Melihat Warga Binaan Rutan Sabang Sambut Ramadan dari Balik Jeruji Besi
- 20 Feb 2026 07:24 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang- Meskipun cuaca ekstrem melanda, semangat ibadah di balik jeruji besi tidak meredup. Terlihat dalam pelaksanaan shalat Tarawih perdana di Rutan Kelas IIB Sabang, Rabu malam, dimana puluhan warga binaan tetap antusias menjalankan ibadah meski hujan deras mengguyur kota Sabang.
Melirik ke dalam Musala rutan, suasana terlihat khusyuk yang menyelimuti ruangan sejak takbiratul ihram hingga doa. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang bergema menciptakan nuansa religius seolah meredam suara rintik hujan yang mengguyur dari luar tembok tinggi rutan.
Istimewanya, shalat Tarawih tersebut ini diimami langsung oleh Kepala Rutan Kelas IIB Sabang, Faisal A.Md.IP., S.H. Selain bertindak sebagai imam, Dirinya juga memberikan tausiah singkat yang menyentuh hati para warga binaan.
Dalam pesannya itu, Faisal mengajak seluruh warga binaan menjadikan Ramadan sebagai momentum introspeksi diri dan memperbaiki sikap selama menjalani masa pembinaan.
“Ramadan adalah bulan penuh ampunan. Ini kesempatan bagi kita semua untuk memperbaiki diri, memperbanyak ibadah, dan menata kembali niat agar menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Jumat 20 Februari 2026.
Ia menegaskan, pembinaan keagamaan menjadi salah satu program utama dalam proses pembentukan karakter warga binaan. Dengan penguatan mental dan spiritual, diharapkan para warga binaan memiliki bekal yang kuat saat kembali ke masyarakat nantinya.
“Melalui giat seperti ini, kami berharap warga binaan memiliki bekal mental dan spiritual yang kuat sehingga saat kembali ke masyarakat dapat berperilaku lebih baik dan tidak mengulangi kesalahan,” katanya.
Pelaksanaan ibadah Salat itu dipantau langsung oleh Kepala Pengamanan Rutan (KPR), Hendra Sutrisna dengan dukungan dua regu jaga tambahan. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan aman di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat.
Berdasarkan data hunian rutan, 59 warga binaan yang mengikuti Tarawih terdiri atas 14 tahanan dan 45 narapidana, dengan rincian 57 laki-laki dan dua perempuan.
Faisal menambahkan, pendekatan pembinaan berbasis spiritual diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran internal warga binaan untuk berubah. Pihaknya memastikan kegiatan keagamaan selama Ramadan akan terus dilaksanakan secara rutin, mulai dari shalat Tarawih, tadarus Al-Qur’an, hingga tausiah keagamaan.
“Pembinaan bukan hanya soal kedisiplinan tetapi juga menyentuh hati dan pola pikir. Ramadan menjadi momentum yang sangat baik untuk itu,” ucapnya.
Dengan semangat kebersamaan yang terbangun, pelaksanaan Tarawih perdana di Rutan Kelas IIB Sabang menjadi gambaran bahwa pembinaan kepribadian dan spiritual tetap berjalan meski di tengah keterbatasan dan cuaca yang kurang bersahabat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....