Menemukan Kembali Kemurnian Hati di Balik Ritual Puasa

  • 19 Mar 2026 13:30 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Puasa bukan hanya berhenti makan dan minum, tetapi melatih diri untuk menahan segala hal yang dilarang, termasuk hawa nafsu dan emosi. Founder Aceh Flexi School, Esti SW mengatakan bahwa makna penting dari puasa adalah bagaimana kita menahan diri, bukan sekadar menahan lapar.

“Puasa adalah sarana melatih diri dari kebiasaan buruk seperti ghibah (bergosip) atau meninggalkan salat. Jika seseorang berpuasa tetapi tetap melakukan maksiat, ia hanya akan mendapatkan lapar dan haus tanpa pahala,” ujarnya dalam dialog bersama RRI Pro 2 Banda Aceh, Kamis 26 Februari 2026.

Lebih lanjut ia menegaskan pentingnya niat berpuasa hanya kepada Allah. Segala sesuatu berawal dari niat. Penting untuk memasang niat murni karena Allah, bukan karena ingin dipuji, merasa malu pada teman, atau sekadar ingin kurus.

“Jangan jadikan puasa sebagai beban, seperti mengeluh soal jam tidur ayng berkurang. Sebaliknya, anggap puasa sebagai investasi untuk Kesehatan fisik dan mental,” ucapnya.

Cobalah untuk melihat puasa sebagai ruang istirahat bagi fisik, untuk memberikan waktu bagi organ tubuh untuk melakukan detoksifikasi. Kemudian, sebagai ruang tumbuh bagi jiwa, menjadikan puasa sebagai momen untuk menyucikan hati, menenangkan jiwa, dan refleksi diri.

Ramadan sebagai bulan di mana pahala dilipatgandakan, menjadi sebuah kesempatan untuk panen pahala. Jadi, selain memperbanyak salat sunah dan sedekah, interaksi dengan Al Quran harus ditingkatkan, bukan hanya mengaji, tapi juga mengkaji atau memahami isi Al Quran.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....