Menjalin Silaturahmi Menyambut Hari Nan Fitri

  • 17 Mar 2026 11:50 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID-Sabang : Silaturahim atau silaturahmi ialah tindakan menyambung tali persaudaraan dan hubungan kekerabatan, baik dengan keluarga, kerabat, maupun teman. Secara sederhana, silaturahmi merupakan cara untuk mempererat hubungan dan menjaga tali persaudaraan yang telah ada.

Dalam program Kalam Ramadan RRI Sabang, Tgk. Saiful Bahri, S.Pd.I menjelaskan silaturahmi yang kerap terjalin hanya dalam bulan syawal ataupun pada saat perayaan hari raya Idul Fitri. “Terkadang kita salah kaprah ketika mendengar silaturahmi, bukan hanya di bulan syawal atau idul fitri saja, bahkan ketika kita berhadapan dengan seseorang yang kadang telah kita sakiti hatinya, telah marah berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun jangan sampai kita meminta maafnya di bulan syawal saja, tapi ketika kita bersalah jangan lebih dari tiga hari kita langsung meminta maaf,” ujarnya Sabtu 14 Maret 2026.

Rasulullah mengatakan “Orang-orang yang tidak berbicara lebih dari tiga hari maka tidak akan mendapatkan berkah pada bulan Ramadan”. Sehingga orang-orang yang tidak dapat menjaga silaturahminya maka tidak mendapatkan berkah, rahmat dan maghfirah di bulan Ramadan ini, tentunya hal ini sangat disayangkan.

Tgk. Saiful menuturkan momen silaturahmi dahulu dengan sekarang sangat tampak perbedaannya. “Jika kita bandingkan dengan dengan beberapa puluh tahun yang lalu, kita belum mengenal namanya handphone, media sosial dan sebagainya, itu silaturahminya luar biasa jika ada orang sakit, meninggal langsung bergegas pulang untuk menjenguk saudara atau kerabat kita yang sedang tertimpa musibah tersebut. Tetapi kalau sekarang hanya sekedar mengirim do’a lewat sticker saja di grup whatsapp, bukan dengan do’a yang tulus hanya sekali klik saja agar terlihat sudah berpartisipasi mendo’akan, padahal itu tak selalu dari hati hanya ingin meramaikan grup saja, hal ini sudah salah sekali,” ujarnya.

Alangkah lebih baik apabila media sosial digunakan sebagai ajang silaturahim kepada sesama, keluarga, kerabat, saudara untuk bertegur sapa dari jarak yang jauh, sehingga terasa lebih dekat. Tgk. Saiful mengajak untuk memperbaiki silaturahmi yang mungkin selama ini sudah kurang sesuai maknanya.

“Mari kita perbaiki silaturahim ini yang pertama dengan orang tua, dengan saudara kandung kita, banyak saudara kandung yang tidak lagi bertegur sapa bahkan wa di blok karena harta warisan, yang mana hal ini dapat mengganjal ibadah kita dengan Allah. Karena jika dilihat hubungan itu ada dua, habluminallah dan habluminannas, kalau kita bersalah pada Allah kita minta ampun pada Allah insyaallah dimaafkan oleh Allah SWT, jika hubungan kita dengan manusia maupun kita mohon ampun kepada Allah tapi tidak akan selseai jika dengan suadara kita sendiri kita belum minta maaf, jika diseimbangkan mohon ampun pada Allah meminta maaf pada sesama maka hal itu barulah yang benar dan menjadi salah satu jalan taubat juga,” pungkasnya.

Rasulullah sering mengibaratkan muslim itu sebagai tubuh yang satu, ketika kita melihat saudara yang terkena musibah maka kita juga merasakan hal yang sama. “Melalui momen Ramadan ini kiranya kita kembali membuka hati untuk memaafkan orang-orang yang pernah menyakiti hati kita ataupun kita yang menyakiti orang lain, segeralah meminta maaf agar kita memiliki hati yang luas, rezeki yang lapang. Terlebih lagi dalam menyambut Idul Fitri ini mari kita sambut dengan mempersiapan hati yang bersih jiwa yang suci, siap menerima maaf dan memaafkan dengan sesama kita,” tutup Tgk. Saiful.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....