Ramadan: Momentum Memanusiakan Manusia
- 18 Mar 2025 22:30 WIB
- Sabang
KBRN, Sabang: Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momen dalam beribadah saja, akan tetapi Ramadan juga dipandang sebagai bulan melatih manusia agar lebih memiliki empati kepada sesama. Melalui puasa manusia diajarkan untuk mengendalikan hawa nafsu, meningkatkan kepedulian kepada orang yang kurang beruntung, melatih kesabaran dan keikhlasan.
Sebagai manusia, kita harus selalu bersyukur kepada Allah SWT, atas segala kenikmatan yang telah Allah berikan, seperti nikmat sehat. “Kita biasanya lupa akan nikmat sehat yang diberikan Allah SWT sebelum datangnya waktu sakit, selain itu juga berkaitan dengan hati, bahwa hati juga perlu dilatih untuk mensyukuri apa yang telah Allah berikan kepada kita selama ini, nah jika hati tidak bimbing dengan baik maka akan timbul penyakit yang akan mengakibatkan jatuh marwah,” ungkap Tgk. Saiful Sabri, S.Pd sebagai narasumber dari Dinas Syariat Islam Kota Sabang, dalam program spesial Dialog Ramadan bersama RRI Sabang, Selasa (18/3/2025).
Ia menjelaskan ada tiga golongan makhluk dari segi ‘ubuddiyah kepada Allah SWT yaitu:
· Malaikat.
Allah SWT menciptakan malaikat untuk selalu beribadah kepada Nya tetapi tidak diberikan hawa nafsu, hanya selalu mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Allah.
· Hewan.
| Baca juga: Memaknai Taubat di Bulan Penuh Magfirah |
Allah SWT menciptakan hewan yang diberikan nafsu tetapi tidak diberikan akal pikiran.
· Manusia.
Allah SWT menciptakan manusia lengkap dengan hawa nafsu, dan akal pikiran, yang mana nafsu dan akal terkadang berselisih (bentrok).
Dalam momen puasa Ramadan dapat membentuk pribadi seseorang dengan melatih diri melawan hawa nafsu, sehingga orang yang dapat mengontrol hawa nafsunya maka ia telah masuk dalam kategori usaha untuk memanusiakan manusia atau menbentuk manusia yang sempurna. Puasa juga menjadikan manusia menjadi orang yang bertaqwa (takut kepada Allah), dengan menjauhi segala larangan Nya dan menjalankan segala peritah Nya, dan pada puasa Ramadan juga terdapat didalamnya momen untuk membentuk dan mendidik tubuh menjadi lebih sehat.
Berpuasa menahan lapar dan dahaga, puasa juga dapat mengontrol seluruh anggota tubuhnya dari bermaksiat kepada Allah, hawa nafsu yang ada didalam jiwa harus dilatih, tujuannya agar dapat melemahkannya, jika tidak dilatih dengan baik maka ia akan kuat didalam hati.
Dalam bulan Ramadan jangan sebatas melihat dari segi makanan, pakaian dan kehidupan dunia saja, tapi boleh diingat bahwa setelah dunia ada akhirat yang akan ditempuh, sehingga Abdul Sulaiman Ad-Darani pernah mengatakan kunci dunia adalah kenyang sedangkan kunci akhirat adalah lapar, kalau kita memperturutkan dunia saja berarti kita berfoya-foya mencapai hawa nafsu, kenyang pandangan, kenyang perut, dan ini hanyalah untuk dunia.
"Akan tetapi jika kita mengedepankan akhirat maka perbanyaklah lapar, baik lapar dari segi makanan(perut) ataupun dari segi pandangan (mata), sehingga apa yang kita lihat tidak dimasukkan kedalam hati tetapi sebatas mata saja, kita harus ingat ada akhirat yang akan kita tempuh setelah didunia,” tutup Tgk. Saiful.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....