Spirit Ramadan bagi Orang yang Beriman
- 12 Mar 2025 17:04 WIB
- Sabang
KBRN, Sabang: Bulan Ramadan adalah bulan yang sangat istimewa, tidak hanya menahan lapar dan dahaga saja, akan tetapi membawa keberjahan dan semangat spiritual bagi orang-orang yang beriman. Di bulan yang penuh berkah ini merupakan kesempatan untuk meraih pahala sebanyak-banyaknya dan meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT.
Spirit adalah kekuatan moral atau semangat jiwa dalam menghadapi tantangan dan kesulitan termasuk jug dalam bulan Ramadan. Sebagai orang yang beriman ditantang untuk menjadi pribadi yang lebih baik bahkan orang yang terbaik di dunia dan akhirat, dan dalam bulan Ramadan juga ada tantangan yaitu berpuasa, sebagaimana yang telah di firmankan oleh Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 183.
“Di dalam bulan Ramadan diwajibkan kepada kita untuk berpuasa dan ini adalah tantangan, apakah kita melakukan puasa dengan baik atau tidak, yang intinya jika kita berhasil melewati tantangan itu maka kita akan menjadi orang yang bertaqwa, apakah puasa kita sudah baik atau sebaliknya, akan kita jadikan puasa itu sebagai apa, inilah yang dikatakan tantangan dalam menjalankan puasa pada bulan Ramadan, hal ini dikatakan oleh Tgk. H. Murdani, M.A sebagai Kasubbag TU Kemenag Kota Sabang, dalam program spesial Kalam Ramadan di RRI Sabang Senin (11/3/2025).
Ia menjelaskan ada empat tingkatan dalam menempatkan puasa itu, yaitu:
· Puasa dijadikan sebagai beban.
Tibanya bulan Ramadan dan diwajibkan untuk berpuasa adalah beban baginya, hal ini diibaratkan sebagai puasanya para bocil (bocah cilik). Terbeban bagi mereka tidak boleh makan dan minum dan lainnya.
| Baca juga: Orientasi Akhirat, Prioritas Orang Beriman |
· Puasa dijadikan melepaskan kewajiban.
Dalam hal ini berpuasa dilakukan hanya untuk melepaskan kewajiban saja, dan masih belum meninggalkan hal-hal yang dapat mengurangi pahala puasa atau bahkan membatalkan puasa itu sendiri, sebagai contoh dalam berpuasa masih menggunjing, masih berbohong dan masih melakukan perbuatan yang tidak baik.
· Puasa dijadikan sebagai ujian.
Dalam tingkatan yang ketiga ini adalah puasa yang bagus dan diharapkan, selain berpuasa dari makan dan minum tetapi juga berpuasa dari tidak berbicara atau menghindari hal yang tidak baik seperti, menghasut, menghibah, berbohong dan semua yang dilakukan ini adalah mengharapkan ridho Allah SWT, serta dimalam harinya melakukan amalan-amalan di bulan Ramadan dan selalu beristiqomah dalam perbuatan yang baik.
· Puasa dijadikan sebagai pendidikan.
Hali ini dijadikan pendidikan dalam menghadapi sebelas bulan setelah bulan Ramadan. Beratnya pendidikan yang dihadapi di bulan Ramadan adalah ke istiqomahan melakukan perbuatan ibadah atau amalan di lakukan selama bulan Ramadan. perbuatan adan amalan yang baik di bulan Ramadan akan tetap dilakukan pada saat setelah bulan Ramadan.
“Ke istiqomahan dalam melakukan amal perbuatan yang baik lebih dicintai oleh Allah SWT, dan bulan Ramadan ini jadikan sebagai bulan pendidikan karena setelah bulan Ramadan nanti kita akan terus melakukan ketaatan-ketaatan sebagaimana yang dilakukan pada bulan Ramadan. Dan puasa dalam bulan Ramadan ini juga ditantang diri kita dididik untuk menjadi orang yang lebih baik, dan mudah-mudahan kita mendapatkan ketaqwaan yang lebih sempurna,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....