Kenali Tanda Gangguan Menstruasi sejak Remaja
- 29 Sep 2026 21:56 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang – Kesehatan reproduksi perempuan perlu dijaga sejak remaja melalui pemahaman dan pemeriksaan yang tepat. Menstruasi menjadi salah satu indikator penting untuk memantau kesehatan reproduksi perempuan.
Prof. Dr. dr. Rajuddin, Sp.OG(K)., Subsp.F.E.R., FISOG., mengatakan kesehatan reproduksi mencakup kondisi fisik, mental, dan sosial. “Kesehatan reproduksi berarti kehidupan ini memang harus berproduksi, tidak boleh statis, dia dinamis,” katanya dalam Dialog Klinik Angkasa RRI Pro 1 Banda Aceh, Sabtu 19 September 2026.
Ia menjelaskan, kesehatan reproduksi perlu diperhatikan sejak anak-anak hingga memasuki usia dewasa. Pada remaja putri, perkembangan fisik dapat ditandai dengan pertumbuhan payudara dan rambut di area tertentu, perubahan tersebut kemudian diikuti menstruasi pertama sebagai bagian dari perkembangan reproduksi.
Menurut Prof. Rajuddin, siklus menstruasi normal berlangsung sekitar 21 hingga 45 hari. “Perdarahan yang keluar itu rata-rata sekitar lima hari, paling lama tujuh hari,” ujarnya.
Ia mengingatkan masyarakat tidak menganggap semua keluhan menstruasi pada remaja sebagai kondisi biasa. Menstruasi lebih dari 45 hari, bahkan tidak terjadi selama 90 hari, perlu mendapatkan pemeriksaan medis, nyeri menstruasi yang sangat berat hingga mengganggu aktivitas juga perlu mendapat perhatian.
Prof. Rajuddin menyebut endometriosis sebagai salah satu penyakit yang dapat menyebabkan nyeri menstruasi berlebihan. “Kalau nyerinya luar biasa sampai tidak bisa bekerja, tidak bisa berjalan, itu penyakit,” katanya.
Ia mengimbau perempuan dan keluarga tidak malu berkonsultasi ketika menemukan gangguan menstruasi. Pemeriksaan sejak dini diperlukan untuk mengetahui penyebab gangguan dan menentukan penanganan yang sesuai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....