Fibrilasi Atrium Tingkatkan Risiko Stroke

  • 14 Sep 2026 21:42 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang – Fibrilasi adalah salah satu gangguan irama jantung yang sering terjadi pada usia lanjut, kondisi ini ditandai dengan denyut jantung yang tidak beraturan dan sering berlangsung cepat. Meskipun sebagian orang tidak merasakan gejala yang berarti, gangguan irama jantung fibrilasi atrium atau AF dapat meningkatkan risiko stroke pada penderitanya.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Muhammad Muqsith, Sp.JP(K)-FIHA,FasCC., mengatakan AF sering tidak disadari oleh penderitanya. Kondisi tersebut membuat AF berisiko terlambat terdeteksi dan ditangani. “AF ini sering sekali tanpa keluhan, dan sering ketahuan tak sengaja saat sedang periksa,” hal ini dikatakanya dalam Dialog Klinik Angkasa RRI Pro 1 Banda Aceh, Sabtu 12 September 2026.

Ia menjelaskan AF menyebabkan denyut jantung menjadi tidak teratur. Kondisi tersebut dapat membuat aliran darah dalam jantung melambat. “Karena AF ini, darah jadi tidak mengalir lancar dalam jantung sehingga darahnya jadi mengendap,” ujarnya.

Darah yang mengendap dapat membentuk bekuan atau gumpalan darah di dalam jantung. Bekuan tersebut berpotensi lepas dan mengikuti aliran darah menuju otak. “Bekuan ini yang lepas mengikuti aliran darah dan mendarat ke otak, maka terjadilah stroke,” kata dr.Muqsith.

Menurutnya, penderita AF memiliki risiko stroke sekitar lima kali lebih tinggi dibandingkan masyarakat tanpa AF. Ia menyebut sekitar satu dari lima penderita AF berpotensi mengalami stroke. AF dapat dipicu berbagai faktor, termasuk usia, hipertensi, diabetes, gangguan katup jantung, dan kebiasaan merokok, gangguan tidur berupa henti napas saat tidur juga dapat meningkatkan risiko AF.

Ia mengingatkan masyarakat segera memeriksakan diri jika merasakan denyut jantung tidak teratur. Pemeriksaan dapat dilakukan menggunakan elektrokardiogram atau EKG. Deteksi dan penanganan AF sejak dini penting untuk mencegah komplikasi stroke.

“Pengobatan dapat diberikan sesuai kondisi pasien dan penilaian dokter, kalau misalnya tidak teratur, perlu dicek lebih lanjut,” tutupya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....