Mengenal 'Butterfly Rash' dan Gejala Awal Lupus yang Sering Diabaikan
- 17 Jun 2026 14:36 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Lupus sering disebut penyakit seribu wajah karena gejalanya sangat beragam dan menyerupai penyakit lain. Lupus terjadi karena adanya hiperaktivitas antibodi di dalam tubuh penderita. Antibodi yang seharusnya melindungi tubuh dari virus atau bakteri justru menjadi terlalu aktif dan menyerang oragan tubuh penderita itu sendiri.
Karena gejalanya beragam, maka penderita sering mengobati gejalanya satu persatu, tanpa menyadari bahwa itu merupakan satu kesatuan autoimun. Konsultan Reumatologi, dr. Mahriani Sylvawani, Sp.PD K-R mengatakan bahwa lupus dominan diderita oleh wanita.
“Penyakit lupus ini pada didominasi oleh wanita usia produktif, dengan perbandingannya 15:1 antara wanita dan pria, yang dipengaruhi oleh faktor hormon estrogen,” ujarnya dalam dialog bersama RRI Pro 1 Banda Aceh, Sabtu 9 Mei 2026.
Gejala awal yang perlu diwaspadai berupa nyeri sendi disertai mata sembab atau bengkak saat bangun tidur, demam/meriang yang tidak diketahui penyebabnya, mudah lesu, nafsu makan berkurang, rambut rontok, dan sering sariawan. “Serta adanya bercak merah pada wajah yang menyerupai bentuk kupu-kupu (malar rash/butterfly rash),” lanjutnya.
Lupus tidak bisa sembuh total, namun gejalanya bisa dikendalikan hingga mencapai fase remisi (kondisi tenang). Faktor yang sering memicu kekambuhan antara lain karena adanya infeksi bakteri atau virus, stress berat, serta pola hidup buruk dan kelelahan fisik. Jika tidak ditangani dengan baik, lupus dapat menyerang organ vital, antara lain ginjal, sendi, dan organ lain seperti jantungm gangguan darah, dan sistem saraf pusat.
Agar pasien mencapai fase remisi dan menghindari kekambuhan (flare), maka pasien harus patuh berobat dan menjaga pola makan seimbang. Salah satu pola makan yang disarankan adalah diet Mediterania yang kaya akan sayuran hijau, gandum utuh, serta kandungan omega-3 yang tinggi.
Selain itu, dunia medis modern melahirkan pengobatan mutakhir berupa terapi biologis. Bagi pasien dengan level sedang hingga berat, terapi ini memiliki tingkat keberhasilan remisi yang jauh lebih baik dibandingkan pengobatan konvensional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....