Waspadai Penyakit Jantung Bawaan Anak

  • 15 Feb 2026 13:00 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang — Penyakit jantung bawaan pada anak masih kerap luput dari perhatian keluarga. Minimnya pemahaman masyarakat menyebabkan kondisi ini sering terlambat terdeteksi.

Dokter spesialis anak subspesialis kardiologi, Herlina Dimiati, mengatakan banyak orang tua masih menganggap jantung bocor selalu ditandai dengan perubahan warna kebiruan pada tubuh anak. Padahal, sebagian besar kasus justru tidak menunjukkan gejala tersebut. Hal ini disampaikannya dalam Dialog Klinik Angkasa RRI Banda Aceh, Sabtu, 7 Februari 2026.

Menurutnya, anak dengan jantung bocor umumnya mengalami kesulitan menaikkan berat badan. Pada bayi, kondisi tersebut ditandai dengan mudah lelah saat menyusu.

Selain itu, infeksi paru yang terjadi berulang kali juga menjadi tanda yang perlu diwaspadai. Gejala tersebut kerap membuat proses diagnosis menjadi terlambat.

Ia menegaskan, obat-obatan tidak dapat menutup kebocoran pada jantung. Penanganan medis harus dilakukan melalui tindakan operasi atau intervensi kateter sesuai indikasi.

Jika kebocoran jantung dapat ditangani dengan baik, tumbuh kembang anak dapat kembali optimal. Anak tetap dapat bersekolah dan menjalani aktivitas sehari-hari secara normal.

Prof. Herlina menekankan pentingnya deteksi dini sejak bayi baru lahir. Pemeriksaan sederhana, seperti pengukuran saturasi oksigen, dinilai mampu membantu menemukan kasus jantung bawaan kritis lebih cepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....