Puasa Aman meski Punya Hipertensi dan Penyakit Ginjal

  • 15 Feb 2026 11:02 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang – Momentum Ramadan selalu dinantikan oleh banyak orang untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT. Namun demikian bagi penderita penyakit hipertensi dan ginjal perlu mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang, agar tetap aman dalam berpuasa serta tidak memperburuk kesehatan.

Hubungan penyakit hipertensi dan ginjal sangat berkaitan erat. Jika tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol maka akan merusak fungsi ginjal, dan gangguan ginjal akan meneyabakan tekanan darah semakin sulit dikendalikan.

dr. Desi Salwani, SpPD KGH Konsultan Ginjal Hipertensi dalam perbincangan bersama RRI mengatakan penderita ginjal yang aman untuk berpuasa adalah yang hampir tidak ada keluhan, tubuhnya tidak membengkak, tidak sesak, tidak mual dan muntah, hal ini menunjukkan kondisi-kondisi yang stabil. “Jika penderita dengan kondisi berat badan menurun, tidak selera makan, hal ini tidak disarankan untuk berpuasa”, ujarnya Sabtu 14 Februari 2026.

Lebih lanjut ia mengatakan dengan berpuasa selain risikonya ada terdapat manfaatnya. Dari penelitian sudah banyak dilakukan evaluasi terkait dengan puasa, dan dengan berpuasa dapat menurunkan berat badan, kolesterol, membuat gula darah terkontrol dan kadar insulin perbaikan, serta menurunkan tanda-tanda radang (inflamasi kronis) yang menyebabkan risiko penyakit jantung, “Jadi berpuasa ini mempunyai manfaat yang besar, tetapi memerlukan perhatian khusus untuk kondisi dengan penyakit tertentu seperti diabete, hipertensi, gagal ginjal”, jelasnya.

Yang perlu diperhatikan sebelum memulai untuk berpuasa, sebaiknya melakukan pemeriksaan fungsi ginjal, paisen ginjal dengan stadium di bawah lima boleh berpuasa tapi dalam pengawasan dan apabila ada keluhan maka pasien disarankan untuk berbuka puasa. Jika tidak keluhan setelah tiga sampai seminggu pasien dapat memeriksakan kembali fungsi ginjalnya, apabila ada peningkatan tiga puluh persen dari sebelumnya, pasien disarankan untuk tidak melanjutkan berpuasa selam bulan Ramadan.

Sangat penting bagi penderita atau pasien hipertensi dan ginjal dalam mengatur pola makan dan minum pada saat puasa yaitu dengan segeralah berbuka jika sudah waktunya berbuka dan sahur pada akhir imsak, ditutup dengan minum air puti dan tidak disrankan untuk minum kopi atau minuman bersoda.

Pada saat sahur:

  • Pilih karbohidrat kompleks (roti gandum, beras mera)
  • Konsumsi protein
  • Batasi makan olahan dan asin

Pada saat berbuka puasa”

  • Awali dengan minum air putih
  • Hindari makanan tinggu gula, garam dan berlemak
  • Makan jangan berlebihan
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....