Kiat Sehat Pasien Gagal Ginjal Sambut Ramadan
- 14 Feb 2026 15:49 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Bulan suci Ramadhan tinggal menghitung hari, umat muslim di seluruh dunia menyambutnya dengan penuh suka cita. Berbagai persiapan dilakukan, mulai dari memperbanyak ibadah, menjaga kesehatan, hingga menata pola makan demi menjalankan puasa dengan sempurna.
Namun, di tengah semangat menyambut ibadah puasa, muncul pertanyaan bagi sebagian kalangan, khususnya pasien gagal ginjal. Bagaimana mereka dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman? Apakah kondisi kesehatan memungkinkan untuk berpuasa seharian penuh?
| Baca juga: Waspada Bahaya Jajanan Pinggir Jalan |
Gagal ginjal, baik kronis maupun akut, merupakan kondisi ketika fungsi ginjal menurun sehingga tidak mampu menyaring limbah dan cairan tubuh secara optimal. Pasien dengan penyakit ini umumnya harus menjalani pengobatan rutin, membatasi asupan cairan, serta menjaga pola makan ketat. Bahkan, sebagian pasien menjalani terapi cuci darah (hemodialisis) secara berkala.
“Jika pasien sudah mengetahui riwayat penyakit yang diderita, sebelum bulan puasa disarankan untuk memeriksakan Gratinin (fungsi ginjal). Jika dirasakan tanpa keluhan, pasien dengan gagal ginjal dibawah stadium 5, bisa melaksanakan ibadah puasa,” jelas dr. Desi Salwani, Sp.PD, KGH, Konsultan Ginjal Hipertensi, dalam Dialog Klinik Angkasa, Sabtu (14 Februari 2026).
dr. Desi Salwani juga menyarankan, setelah menjalankan ibadah puasa selama 1 minggu, pasien dengan riwayat gagal ginjal dianjurkan untuk kembali memeriksakan ginjalnya. Apabila terdapat peningkatan 30% dari angka yang pemeriksaan awal sebelum Ramadan, maka pasien disarankan untuk tidak melanjutkan ibadah puasa selama bulan Ramadan.
Bagi pasien dengan riwayat gagal ginjal yang diperbolehkan berpuasa, dr. Desi menjelaskan beberapa kiat sehat yang perlu diperhatikan.
- Menyegerakan berbuka dan mengakhiri waktu sahur. Bagi pasien gagal ginjal, tidak anjurkan untuk makan sahur pada malam hari (tidak bangun waktu sahur).
- Mengatur asupan cairan sesuai anjuran dokter, biasanya dengan membagi konsumsi cairan antara waktu berbuka hingga sahur.
- Memilih makanan rendah garam dan rendah kalium untuk mencegah penumpukan zat berbahaya dalam tubuh.
- Tidak melewatkan jadwal minum obat serta tetap memantau kondisi tubuh secara berkala.
Menurut dr. Desi, pasien dianjurkan segera membatalkan puasa jika muncul gejala seperti lemas berlebihan, pusing, mual, sesak napas, atau penurunan kesadaran. Kesehatan tetap menjadi prioritas utama dalam menjalankan ibadah.
Dengan persiapan yang matang, konsultasi medis yang tepat, serta pemahaman agama yang baik, pasien gagal ginjal tetap dapat menyambut Ramadan dengan tenang dan penuh makna. Kesehatan yang terjaga menjadi kunci agar ibadah tetap berjalan khusyuk dan aman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....