Waspada Leptospirosis, "Penyakit Tikus" yang Mengintai Pasca Banjir

  • 01 Jan 2026 22:20 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang: Selain merusak sarana dan prasarana, bencana banjir juga memicu risiko Kesehatan, salah satunya memicu Leptospirosis. Leptospirosis ini merupakan penyakit yang menular dari hewan ke manusia, yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Bakteri ini menginfeksi hewan dan dikeluarkan melalui urin.

“Penyakit ini sering disebabkan oleh hewan tikus atau anjing. Ketika urin dari hewan yang terinfeksi bakteri Leptospira ini bercampur dengan genangan air banjir atau lumpur, maka risiko manusia terpapar penyakit Leptospirosis disekitar itu sangat tinggi,” jelas dr. Enisa Ayu Dwi Wahyuni, yang merupakan Dokter Klinik Bunda Thamrin dalam dialog Bersama Pro 4 Banda Aceh, Sabtu (6/12/2025).

Gejala Leptospirosis berupa demam tinggi mendadak, nyeri otot, sakit kepala, muntah, nyeri perut, diare, dan pada fase lebih berat mata dan kulit jadi menguning. Gejala leptospirosis sering kali menyerupai penyakit demam biasa. Maka dari itu, perlunya pemeriksaan penunjang berupa tes darah dan tes urin untuk mendeteksi adanya bakteri Leptospira dalam tubuh penderita.

Jika tidak ditangani segera dan serius, bakteri ini dapat menyerang organ vital seperti ginjal, paru-paru, hati, hingga menyebabkan peradangan selaput otak (meningitis) yang berujung pada kematian.

Beberapa kelompok yang rentan terkena Leptospirosis, diantaranya:

  • Anak-anak yang bermain di genangan air banjir
  • Relawan dan petugas penyelamat yang mengevakuasi korban
  • Pekerja di lingkungan yang lembab, seperti petani dan peternak

Agar terhindar dari paparan Leptospira, Upaya proteksi diri dapat dimulai dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat harus bersentuhan langsung dengan air banjir atau lumpur. Setelah beraktivitas, segera bersihkan tubuh menggunakan sabun.

Selain perlindungan diri, kebersihan lingkungan juga harus dijaga melalui pengendalian populasi tikus serta penyimpanan yang higienis. Terakhir, pastikan air minum dimasak dengan benar-benar mendidih terlebih dahulu untuk mematikan kuman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....