Kasus Penyakit IMS Meningkat, Edukasi dan Deteksi Dini dapat Ditekan

  • 06 Apr 2026 22:49 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang – Kasus infeksi menular seksual (IMS) di Indonesia, termasuk di Banda Aceh, menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena banyak kasus terjadi pada usia produktif.

dr. Arie Hidayati, M.Ked(DV), Sp.DVE, FINSDV, menjelaskan IMS merupakan penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual tidak aman. Penyakit ini dapat disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, maupun parasit.

“Penyakit ini sesuai namanya adalah infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual berisiko, terutama berganti-ganti pasangan,” ujarnya dalam perbincangan bersama RRI, Sabtu 4 April 2026.

Ia menyebutkan, data Dinas Kesehatan Banda Aceh hingga September 2025 mencatat 857 kasus HIV/AIDS. Dari jumlah tersebut, terdapat 90 kasus baru pada tahun 2025.

Menurutnya, kelompok usia 20 hingga 40 tahun menjadi yang paling rentan terpapar IMS. Bahkan, sekitar 70 persen kasus terjadi pada laki-laki.

“Kasus ini didominasi usia produktif dan mayoritas laki-laki, dengan faktor risiko utama hubungan seksual berisiko,” katanya.

Ia juga menambahkan, IMS tidak hanya satu jenis penyakit, tetapi terdiri dari berbagai infeksi seperti HIV, sifilis, herpes, hingga kutil kelamin. Karena itu, masyarakat diminta lebih waspada dan meningkatkan pengetahuan tentang risiko serta dampak IMS. “Edukasi dinilai menjadi langkah awal untuk menekan angka penularan,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....