Pemkot Sabang Tegaskan Komitmen Penanganan Stunting

  • 27 Des 2025 03:13 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang : Pemerintah Kota Sabang terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui berbagai program intervensi pada tahun 2025. Salah satunya dengan merekap usulan anak asuh dalam kegiatan Gerakan Orang Tua Asuh Atasi Stunting.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sabang, dr. Edi Suharto, mengatakan program tersebut menyasar baduta, balita, ibu hamil, dan ibu nifas. Pendataan dilakukan lintas gampong dan puskesmas untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

“Berdasarkan rekapitulasi, terdapat 28 sasaran anak asuh stunting yang diusulkan dari beberapa gampong di Kota Sabang. Data tersebut menjadi dasar perencanaan intervensi gizi berkelanjutan,” kata dr. Edi Suharto, Sabtu (27/12/2025).

Selain itu, Dinas Kesehatan juga menyusun daftar usulan prioritas penerima bantuan Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan dan Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus. Program ini difokuskan pada kelompok rentan dengan kebutuhan gizi khusus.

“Total penerima bantuan PKMK yang diusulkan berjumlah 24 orang, terdiri dari baduta, balita, ibu hamil, dan ibu nifas. Bantuan tersebut diharapkan mampu mempercepat perbaikan status gizi sasaran,” tambahnya.

Pelaksanaan program melibatkan puskesmas, kader kesehatan, serta pemerintah gampong dalam proses pendampingan. Sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan penanganan stunting di daerah kepulauan seperti Sabang.

Dr. Edi Suharto menambahkan, Dinas Kesehatan Kota Sabang berkomitmen melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala. Langkah ini dilakukan agar program penurunan stunting berjalan efektif dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....