Stigma Masih Jadi Tantangan Penanggulangan HIV di Aceh
- 18 Des 2025 13:50 WIB
- Sabang
KBRN, Sabang: Stigma dan diskriminasi masih menjadi tantangan besar dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS di Aceh. Hal tersebut disampaikan Dokter Penyakit Dalam RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh, dr. Masra Lena Siregar, SpPD-KPTI, FINASIM, dalam Dialog Klinik Angkasa RRI Banda Aceh, Sabtu (6/12/2025), dalam rangka peringatan Hari AIDS Sedunia.
dr. Masra Lena menjelaskan, pandangan keliru yang masih berkembang di masyarakat kerap mengaitkan HIV dengan perilaku menyimpang. Akibatnya, orang dengan HIV (ODHIV) sering mengalami stigma dan diskriminasi, sehingga enggan membuka status kesehatannya kepada keluarga maupun lingkungan sekitar. Padahal, HIV dapat menimpa siapa saja, termasuk ibu rumah tangga yang tertular dari pasangan.
Ia menekankan bahwa dukungan keluarga dan lingkungan sangat penting agar pasien HIV dapat menjalani pengobatan antiretroviral (ARV) secara rutin dan berkelanjutan seumur hidup. Tanpa dukungan tersebut, kepatuhan pengobatan dapat menurun, yang berisiko menyebabkan kondisi kesehatan pasien memburuk secara signifikan.
Selain penguatan dukungan sosial, dr. Masra Lena juga menilai edukasi publik harus terus ditingkatkan, terutama di lingkungan pendidikan dan komunitas. Edukasi yang tepat diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai cara penularan HIV yang sebenarnya, sekaligus mendorong pemeriksaan dan deteksi dini bagi kelompok berisiko.
Peringatan Hari AIDS Sedunia menjadi momentum penting untuk membangun kepedulian bersama, menghapus stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV, serta mendorong Aceh dan Indonesia mencapai target Ending AIDS 2030 melalui layanan kesehatan yang adil, inklusif, dan tanpa diskriminasi.
Baca Juga : Edukasi Menjadi Kunci Kendalikan HIV
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....