Green Nephrology, Mengurangi Dampak Lingkungan di Dunia Medis

  • 23 Mar 2026 00:05 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang – Green nephrology adalah gerakan yang terpenting dunia medis dan terfokus pada penyederhanaan praktik untuk perawatan ginjal supaya lebih ramah lingkungan, bertujuan untuk mengurangi jejak tanpa mengorbankan kualitas dalam melayani dan perawatan pasien.

Konsep ini menjadi sangat krusial dalam menjaga kesehatan manusia dan kelestarian alam. Konsep ini juga mencakup pengelolaan limbah dengan baik, penggunaan sumber daya dan inovasi teknologi dalam mendukung praktik medis yang berkelanjutan.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Prof. Dr. Dr. Maimun mengatakan, Green nephrology kata lain dari ramah lingkungan, jadi salah satu prosedur yang berdampak adalah hemodialisis atau kegiatan cuci darah. Dalam sekali dialisis menggunakan ratusan liter air dan juga energi listrik yang besar serta limbah medis seperti selang, botol infus, menjadi tantangan yang serius.

“ Dampak daripada dialisis atau cuci darah itu dihitung dari segi air yang habis, energi yang habis dan dampak limbah medis, hal ini lebih difokuskan untuk lebih diiritkan penggunaannya”, ujarnya dalam perbincangan bersama RRI, Sabtu 14 Maret 2026.

Lebih lanjut ia menjelaskan, dialisis atau cuci darah ini tentu ada limbahnya seperti botol infus, selang yang dipakai pada tindakan tersebut cukup besar dan bervariasi tergantung fasilitas dan jenisnya. Perkiraannya limbah padat seperti selang, botol infus atau lainnya sekitar 30 kg per orang, sedangkan limbah cair atau air buangan sekitar 500 liter per tindakan.

“ Biasanya pasien menjalani dialisis 2-3 kali dalam seminggu, maka limbah padat aau limbah medis yang dihasilkan ratusan kilogram per pasien per tahun, sedangkan limbah cair mencapai puluhan ribu liter per tahun per pasien, dan karbondioksida menghasilkan limbah 7-10 ton CO2 per pasien per tahun”, tambahnya.

Adapun strategi implementasi Green nephrology dalam mengurangi dampaknya adalah :

  • Pengelolaan limbah medis. Penggunaan nahan yang dapat didaur ulang akan menjadi alternatif yang baik.
  • Efisiensi penggunaan air dan energi. Dengan teknologi yang modern memungkinkan mesin cuci darah yang hemat energi serta sistem daur ulang juga dapat mencegah pemborosan.
  • Edukasi dan kesadaran. Tenaga kesehatan perlu diberikan edukasi tentang praktik ramah lingkungan, dan pasien dapat juga di berikan edukasi tentang gaya hidup sehat dan berkelanjutan.
  • Inovasi teknologi. Pengembangan alat medis dapat juga membantu mengurangi limbah medis.

Walaupun demikian, penerapan Green nephrology tidak lepas dari adanya tantangan. Dari segi biaya awal teknologi ramah lingkungan cukup tinggi sekali dan perubahan dalam praktik medis juga membutuhkan waktu, namun untuk jangka panjang pendekatan ini justru menghemat biaya dan efisiensi sistem kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....