Edukasi Menjadi Kunci Kendalikan HIV

  • 18 Des 2025 11:25 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang — Peringatan Hari AIDS Sedunia yang jatuh setiap 1 Desember menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan HIV/AIDS. Dokter Penyakit Dalam RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh, dr. Masra Lena Siregar, SpPD-KPTI, FINASIM, menegaskan bahwa HIV saat ini bukan lagi penyakit yang identik dengan kematian.

Dalam Dialog Klinik Angkasa RRI Banda Aceh, Sabtu (6/12/2025), dr. Masralena menjelaskan bahwa kemajuan terapi antiretroviral (ARV) telah membawa perubahan besar dalam penanganan HIV. Dengan pengobatan yang rutin dan berkelanjutan seumur hidup, orang dengan HIV (ODHIV) dapat hidup normal, sehat, dan tetap produktif.

Secara global, jumlah orang yang hidup dengan HIV saat ini mencapai lebih dari 40 juta jiwa. Sementara itu, di Aceh sendiri tercatat ribuan kasus HIV yang telah terdiagnosis. Pemerintah menargetkan pengendalian HIV melalui program Ending AIDS 2030 dengan strategi 95-95-95, yakni 95 persen orang dengan HIV mengetahui statusnya, 95 persen dari mereka menjalani pengobatan, dan 95 persen mencapai penekanan jumlah virus hingga tidak terdeteksi.

Meski demikian, dr. Masralena menilai tantangan terbesar dalam penanggulangan HIV masih berasal dari stigma dan diskriminasi di tengah masyarakat. Kondisi tersebut membuat sebagian orang enggan melakukan tes HIV sejak dini, padahal pemeriksaan dan pengobatan HIV saat ini dapat diakses secara gratis dan bersifat rahasia di fasilitas kesehatan pemerintah.

Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga dan lingkungan sekitar dalam memberikan dukungan kepada pasien HIV. Dukungan sosial dinilai sangat berpengaruh terhadap kepatuhan berobat, peningkatan kualitas hidup, serta pencegahan komplikasi akibat infeksi penyerta seperti tuberkulosis (TBC) dan hepatitis.

Peringatan Hari AIDS Sedunia diharapkan menjadi pengingat bersama bahwa HIV merupakan kondisi medis kronis yang dapat dikendalikan dengan pengobatan yang tepat. Oleh karena itu, diperlukan kepedulian, edukasi berkelanjutan, serta penghapusan stigma dan diskriminasi agar upaya penanggulangan HIV dapat berjalan lebih efektif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....