Kesehatan Mental Korban Bencana Banjir Perlu Perhatian Serius

  • 14 Des 2025 19:26 WIB
  •  Sabang

KBRN, Banda Aceh: Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Aceh menyebut dampak bencana banjir sumatera salah satunya wilayah Aceh menimbulkan dampak dari berbagai sisi, salah satunya Kesehatan mental pada korban.

Menurut Wakil Ketua II IDAI Cabang Aceh sekaligus Ketua Tim Tanggap Bencana IDAI Aceh, dr. Zaki Akbar, Sp.A, dampak bencana tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan mental anak. Trauma, ketakutan, dan kehilangan dapat memicu gangguan psikologis jika tidak ditangani secara serius.

“Dampak mental ini sering luput dari perhatian, padahal sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak ke depan,” katanya dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Sabtu (13/12/2025).

IDAI Cabang Aceh mengimbau seluruh pihak untuk memberikan perhatian khusus terhadap kesehatan fisik dan mental anak-anak selama masa tanggap darurat hingga pemulihan pascabencana, termasuk pemenuhan air bersih, sanitasi layak, imunisasi, serta dukungan psikososial di lokasi terdampak.

Zaki menyebutkan bahwa anak merupakan kelompok rentan yang paling terdampak dalam situasi bencana.

Menurut dr. Zaki, gangguan kesehatan yang paling sering ditemui di lapangan adalah infeksi pernapasan akut (ISPA). Kondisi lingkungan pascabanjir yang kotor dan berdebu menyebabkan anak-anak mudah mengalami sesak napas, batuk, pilek, serta gangguan pernapasan lainnya.

“Setelah banjir, lingkungan menjadi sangat kotor dan penuh debu. Anak-anak menghirup debu tersebut sehingga memicu masalah pernapasan,” ujar dr. Zaki.

Selain ISPA, penyakit kulit juga banyak ditemukan di lokasi pengungsian maupun daerah terdampak bencana. Kontak langsung dengan air kotor dan sanitasi yang buruk menjadi pemicu utama munculnya gangguan kulit pada anak.

IDAI Aceh juga mewaspadai munculnya penyakit menular yang berpotensi meningkat beberapa minggu setelah bencana, seperti campak dan polio. Penyakit tersebut sejatinya dapat dicegah melalui imunisasi, namun kondisi darurat dan terbatasnya layanan kesehatan membuat risiko penularan meningkat.

Tak hanya itu, penyakit yang ditularkan melalui vektor seperti demam berdarah dengue (DBD) dan malaria juga berpotensi muncul akibat meningkatnya populasi nyamuk di wilayah terdampak banjir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....