Korban Banjir di Aceh Terancam Penyakit Diare

  • 14 Des 2025 19:00 WIB
  •  Sabang

KBRN Banda Aceh: Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh memberikan dampak serius terhadap kesehatan anak-anak di daerah terdampak. Kondisi sanitasi yang buruk dan keterbatasan akses air bersih menjadi pemicu utama munculnya berbagai penyakit pascabencana, seperti diare.

Wakil Ketua II Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Aceh sekaligus Ketua Tim Tanggap Bencana IDAI Cabang Aceh, dr. Zaki Akbar, Sp.A, dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Sabtu (13/12/2025) menyatakan, penyakit yang berkaitan dengan sanitasi lingkungan menjadi masalah yang paling banyak ditemui di lokasi bencana. Salah satunya adalah diare, yang kerap menyerang anak-anak akibat sulitnya akses terhadap air bersih.

“Pada kondisi banjir, masalah sanitasi menjadi sangat berat. Diare ini hampir sekitar 40 sampai 50 persen anak-anak di lokasi bencana bisa mengalaminya, karena sumber air bersih sangat sulit diakses,” jelas dr. Zaki.

Menurut dr. Zaki, dampak bencana terhadap kesehatan anak dapat dibagi ke dalam dua kategori, yakni masalah kesehatan jangka pendek (akut) dan jangka panjang. Pada fase awal bencana, kondisi darurat sering kali menyebabkan korban tenggelam, luka-luka, patah tulang, hingga luka robek.

IDAI Aceh menilai kondisi ini perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak, mengingat anak-anak merupakan kelompok rentan dalam situasi bencana. Upaya penanganan kesehatan, penyediaan air bersih, serta layanan medis yang memadai dinilai sangat penting untuk mencegah dampak kesehatan yang lebih luas di kemudian hari.

Dr. Zaki berharap koordinasi antara tenaga kesehatan, pemerintah, dan relawan dapat terus diperkuat agar kebutuhan kesehatan anak-anak di wilayah terdampak bencana dapat terpenuhi secara optimal.

Dr. Zaki menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah banjir dan tanah longsor yang tidak hanya terjadi di Aceh, tetapi juga melanda wilayah Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling bahu-membahu membantu para korban bencana.

“Kami dari IDAI Cabang Aceh menyampaikan rasa prihatin yang sangat mendalam kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Semoga musibah ini segera berlalu dan kita bisa saling menguatkan,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....