Pemko Sabang Perkuat KUPS Serbok Jaboi melalui Blended Finance
- 18 Sep 2026 00:50 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Pemerintah Kota Sabang terus memperkuat peran Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Serbok Jaboi agar potensi kawasan hutan dapat berkembang menjadi usaha produktif. Pengembangan tersebut diarahkan untuk memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.
Komitmen itu disampaikan Wakil Wali Kota Sabang Suradji Junus, didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kota Sabang Rinaldi Syahputra, saat menghadiri Kick-Off Program Blended Finance Model (BFM) BPDLH Provinsi Aceh. Kegiatan dirangkai dengan Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Peran Para Pihak dalam Pembiayaan Campuran di KUPS Karang Putih, Kampung Bale Redelong, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Kamis 17 September 2026.
Suradji mengatakan, pengembangan perhutanan sosial di Kota Sabang tidak cukup hanya dengan memberikan akses kepada masyarakat untuk mengelola kawasan. Tantangan berikutnya adalah memastikan akses tersebut berkembang menjadi kegiatan usaha yang memberikan manfaat ekonomi secara nyata dan berkelanjutan.
“Perhutanan sosial tidak berhenti pada bagaimana masyarakat mendapatkan akses mengelola kawasan. Kita ingin akses itu berkembang menjadi usaha produktif yang dikelola secara profesional dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Suradji.

Menurutnya, KUPS perlu dipandang bukan sekadar sebagai kelompok masyarakat, tetapi sebagai unit usaha yang dibangun berdasarkan potensi kawasan dan dikelola secara profesional. Pemerintah Kota Sabang berperan sebagai fasilitator, penghubung, pembina sekaligus penggerak ekosistem usaha.
"Kita harapkan UPS Serbok Jaboi dan KUPS lainnya di Sabang tidak hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja. Pengembangan ini diharapkan turut meningkatkan pendapatan masyarakat serta memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan," ucapnya.
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota Sabang juga menyerahkan secara simbolis dukungan alat ekonomi produktif untuk KUPS Serbok Jaboi. Dukungan itu meliputi kesekretariatan pengelolaan wisata, sertifikasi pemandu, pembibitan dan penyediaan air bersih untuk wisata pohon asuh, serta perencanaan, pengembangan dan pemasaran wisata.
KUPS Hutan Kemasyarakatan (HKm) Serbok Jaboi sebelumnya telah menorehkan prestasi di tingkat nasional. KUPS tersebut menjadi KUPS terbaik dari 15 KUPS se-Indonesia pada Festival Pesona Perhutanan Sosial Nasional (Pesona) 2025.
"Capaian ini menjadi bukti pengelolaan hutan berbasis masyarakat di Sabang dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Pengelolaan tersebut juga dinilai mampu memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan bagi masyarakat," kata Suradji.
Penguatan dukungan terhadap KUPS Serbok Jaboi turut ditandai dengan Deklarasi Komitmen Kolaborasi Sektor Publik dan Sektor Swasta bersama KUPS untuk pengembangan ekowisata di Sabang. Deklarasi dilakukan Wakil Wali Kota Sabang Suradji Junus, Ketua KUPS Serbok Jaboi Hidayatullah dan Senior Manager Regional Sumatera WRI Indonesia Rakhmat Hidayat.
Suradji menegaskan, pengembangan kegiatan ekonomi berbasis perhutanan sosial harus berjalan seiring dengan upaya menjaga fungsi dan kelestarian kawasan hutan. Menurutnya, pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan bukan dua hal yang harus dipertentangkan.
“Tujuan kita bukan memilih antara hutan atau ekonomi. Kita ingin membangun model di mana hutan lestari, usaha tumbuh dan masyarakat sejahtera,” ujarnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan kolaborasi antara Pemerintah Kota Sabang, masyarakat, KUPS, Pemerintah Gampong, dunia usaha, perguruan tinggi dan lembaga keuangan. Kolaborasi juga melibatkan WRI Indonesia, BPDLH dan GGGI untuk memperluas akses pembiayaan, pasar dan kemitraan bagi pengembangan usaha KUPS Serbok Jaboi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....