Aceh Besar Target Raih Predikat Nindya Kabupaten Layak Anak pada 2027
- 11 Jun 2026 00:25 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menargetkan peningkatan predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) dari kategori Madya menjadi Nindya pada 2027. Berbagai upaya terus dilakukan untuk memenuhi indikator yang dipersyaratkan, mulai dari penguatan sektor pendidikan, peningkatan jumlah sekolah ramah anak, hingga penanganan anak putus sekolah.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, Rahmawati, S.Pd., M.Si., mengatakan Aceh Besar telah mempertahankan predikat KLA kategori Madya sejak 2024. Namun, masih terdapat sejumlah indikator yang perlu diperkuat agar daerah tersebut dapat naik ke kategori Nindya.
Hal itu disampaikannya dalam dialog IDOLA RRI Banda Aceh, Minggu, 7 Juni 2026.
"Target kita 2027 sampai dengan 2030 bisa naik ke peringkat Nindya. Ada beberapa indikator yang belum terpenuhi, termasuk sekolah ramah anak dan data anak putus sekolah," kata Rahmawati.
Menurut Rahmawati, sekitar 30 persen penduduk Aceh Besar merupakan kelompok usia anak. Kondisi tersebut menjadikan pembangunan yang berpihak pada pemenuhan hak anak sebagai investasi penting dalam mempersiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.
Ia mengungkapkan, salah satu tantangan yang masih dihadapi pemerintah daerah adalah tingginya angka anak putus sekolah. Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, terdapat sekitar 5.000 anak yang tercatat tidak melanjutkan pendidikan formal. Namun, sebagian dari mereka diketahui melanjutkan pendidikan di dayah yang belum seluruhnya terintegrasi dalam sistem pendataan pendidikan.
"Anak-anak yang tercatat putus sekolah ini tidak semuanya berhenti belajar. Ada yang melanjutkan pendidikan di dayah, tetapi datanya belum terhubung dalam satu sistem," ujarnya.
Selain itu, pemenuhan indikator sekolah ramah anak juga masih perlu ditingkatkan. Saat ini, persentase sekolah ramah anak di Aceh Besar baru mencapai sekitar 50 persen. Padahal, untuk memperoleh predikat Nindya, pemerintah daerah harus mampu memenuhi sebagian besar indikator yang telah ditetapkan.
"Paling kurang 90 persen sekolah ramah anak harus sudah bisa kita wujudkan," katanya.
Rahmawati menambahkan, pemerintah daerah turut mengandalkan program Sekolah Rakyat sebagai salah satu solusi untuk menjangkau anak-anak yang putus sekolah, terutama yang berasal dari keluarga desil satu hingga lima atau kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
Menurutnya, Aceh Besar menjadi lokasi penyelenggaraan dua Sekolah Rakyat yang diharapkan dapat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, sekaligus menekan angka putus sekolah di daerah tersebut.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan Kabupaten Layak Anak bukan hanya menjadi tanggung jawab satu instansi. Dibutuhkan kolaborasi dan komitmen bersama dari berbagai pihak, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, administrasi kependudukan, perlindungan anak, hingga dukungan masyarakat.
"Pemenuhan indikator Kabupaten Layak Anak tidak bisa dilakukan sendiri. Semua sektor harus bergerak bersama agar hak-hak anak dapat terpenuhi secara optimal," ujarnya.
Rahmawati berharap sinergi lintas sektor yang terus diperkuat dapat mempercepat pencapaian target tersebut. Dengan demikian, Aceh Besar tidak hanya mampu meraih predikat Kabupaten Layak Anak kategori Nindya pada 2027, tetapi juga menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak secara maksimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....