Aliansi Retail Sabang: Investasi Boleh, Ekonomi Warga Jangan Terancam
- 16 Sep 2026 20:59 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Aliansi Retail Kota Sabang menegaskan tidak menolak investasi. Mereka meminta rencana kehadiran jaringan retail modern dikaji lebih mendalam agar tidak berdampak pada keberlangsungan usaha warga lokal.
Hal itu disampaikan perwakilan Aliansi Retail Kota Sabang, Dea, dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Pemerintah Kota Sabang dan DPRK Sabang, Rabu 16 September 2026.
Dea mengatakan alasan pembukaan lapangan kerja dari kehadiran jaringan retail modern perlu dilihat bersama kontribusi pelaku usaha lokal. Menurutnya, toko dan retail lokal selama ini juga telah membuka lapangan kerja bagi masyarakat Sabang.
“Apakah ketika mereka membuka lapangan kerja, tidak ada perdagangan atau retail-retail lokal yang juga membuka lapangan kerja? Sejauh ini, kami dari retail-retail lokal juga membuka lapangan kerja, baik itu dari retail kecil hingga retail besar,” ujarnya.
Ia meminta pemerintah melakukan kajian terhadap dampak ekonomi, sosial dan budaya sebelum mengambil keputusan. Kajian tersebut dinilai perlu disesuaikan dengan karakter Sabang sebagai daerah kepulauan dengan kondisi penduduk dan arus lalu lintas yang berbeda dengan daerah lain.
“Kita sama-sama tahu, Bapak-Ibu sekalian, bahwa Kota Sabang kita ini adalah kota pulau, di mana arus lalu lintas dan kepadatan penduduk kita berbeda dengan yang ada di daerah lain,” katanya.
Dea juga mempertanyakan perlindungan yang disiapkan pemerintah daerah bagi pelaku usaha retail lokal. Ia berharap terdapat aturan yang dapat memberikan kepastian bagi masyarakat yang selama ini menggantungkan pendapatan dari aktivitas perdagangan.
“Sejauh ini menurut saya, kami sudah sangat berperan dalam membantu perekonomian Kota Sabang. Apakah tidak ada qanun ataupun payung hukum yang membantu kami untuk merasa nyaman ketika melakukan aktivitas berdagang?” ujarnya.
Terkait investasi, Dea menegaskan sikap aliansi bukan menolak seluruh investasi yang masuk ke Sabang. Penolakan diarahkan apabila investasi tersebut dinilai berpotensi mengancam keberlangsungan usaha milik warga lokal.
“Bukan kami menolak investasi, tapi kalau investasi tersebut mematikan usaha ekonomi, sudah pasti kami akan menolak, apalagi kami rata-rata adalah warga Kota Sabang sendiri,” katanya.
Ia juga menyinggung pembahasan mengenai status rencana kehadiran retail berjaringan yang disebut masih dalam proses. Dea meminta pemerintah memberikan kepastian mengenai sikap terhadap rencana tersebut.
“Kemudian, Pak Sekda, mohon maaf, Pak Sekda bawa kata-katanya jangan 'belum' untuk saat ini. Kalau 'belum', berarti ada kemungkinan itu dibuka. Kami mohon untuk tidak dibuka, Pak Sekda,” tegasnya.
Aliansi Retail Kota Sabang berharap pemerintah dan DPRK dapat melakukan kajian secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan terkait rencana kehadiran jaringan retail modern. Mereka meminta kepentingan ekonomi masyarakat lokal menjadi bagian dari pertimbangan dalam menentukan kebijakan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....