DPRA Dorong Penguatan Pembinaan Atlet dan Kesejahteraan Olahragawan Aceh
- 11 Jun 2026 08:45 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang – Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menegaskan komitmennya untuk mendukung pembinaan olahraga prestasi melalui penguatan regulasi, dukungan anggaran, serta peningkatan kesejahteraan atlet sebagai persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Anggota Komisi VI DPRA, M. Hatta Bulkani, S.Ked., mengatakan pihaknya telah mengesahkan qanun keolahragaan yang menjadi landasan hukum bagi pengembangan olahraga di Aceh secara berkelanjutan dan terarah.
Hal itu disampaikannya dalam dialog khusus RRI Banda Aceh, Senin, 8 Juni 2026.
Menurut Hatta, salah satu poin penting dalam qanun tersebut adalah kewajiban setiap kabupaten dan kota untuk membina sedikitnya dua cabang olahraga unggulan sesuai dengan potensi yang dimiliki masing-masing daerah.
"Pembinaan tidak boleh hanya dilakukan menjelang PON. Harus berkelanjutan dan berjenjang sejak usia dini agar prestasi bisa terus meningkat," ujarnya.
Ia menilai pola pembinaan jangka panjang merupakan kunci keberhasilan dalam mencetak atlet berprestasi. Sebagai contoh, Hatta menyebut Jawa Barat yang mampu meraih hasil konsisten di ajang PON karena memiliki sistem pembinaan yang berjalan secara berkesinambungan, mulai dari pembinaan usia dini hingga tingkat elite.
Selain aspek pembinaan, DPRA juga memberikan perhatian terhadap kesejahteraan atlet. Menurutnya, para atlet yang telah mengharumkan nama Aceh melalui berbagai prestasi perlu mendapatkan jaminan masa depan yang layak setelah tidak lagi aktif bertanding.
"Kita ingin atlet yang sudah mengharumkan nama Aceh mendapatkan perhatian yang layak. Kesejahteraan mereka juga harus dijamin," katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum III Bidang Litbang KONI Aceh, Dr. Mansur, M.Kes., menegaskan pembinaan atlet di Aceh selama ini terus dilakukan secara berkelanjutan melalui kombinasi sistem sentralisasi dan desentralisasi.
Menurut Mansur, saat ini sebanyak 253 atlet dan pelatih sedang mengikuti program pembinaan yang difokuskan pada atlet-atlet potensial yang memiliki peluang besar meraih medali pada PON XXII mendatang.
"Kita mengutamakan pembinaan berbasis atlet. Mereka yang punya peluang medali harus mendapat perhatian lebih, baik dari sisi latihan, gizi, maupun dukungan lainnya," ujarnya.
Ia menjelaskan, pendekatan berbasis atlet dinilai lebih efektif karena memungkinkan sumber daya yang tersedia diarahkan kepada atlet yang memiliki prospek prestasi. Dukungan yang diberikan tidak hanya berupa program latihan, tetapi juga mencakup pemenuhan kebutuhan nutrisi, pendampingan, hingga evaluasi performa secara berkala.
Mansur juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas pelatih melalui pelatihan dan sertifikasi yang dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, kualitas pelatih menjadi faktor penting dalam menghasilkan atlet berprestasi karena metode latihan harus terus berkembang dan berbasis ilmu pengetahuan olahraga.
Ia menambahkan, dukungan anggaran yang memadai akan sangat menentukan keberhasilan pembinaan dalam jangka panjang. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, DPRA, KONI, serta seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat.
"Kalau pembinaan berjalan berkelanjutan dan dukungan anggaran tersedia, target 10 besar nasional sangat mungkin dicapai Aceh," katanya.
Hatta dan Mansur berharap komitmen bersama dalam memperkuat sistem pembinaan, meningkatkan kualitas sumber daya olahraga, serta menjamin kesejahteraan atlet dapat menjadi fondasi bagi kemajuan olahraga Aceh. Dengan pembinaan yang konsisten dan dukungan semua pihak, Aceh diyakini mampu mempertahankan tren positif prestasi pada PON XXII sekaligus melahirkan lebih banyak atlet berprestasi di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....