Jemaah Haji Sabang Bawa Kurma hingga Boneka Unta

  • 05 Jul 2025 20:43 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang: Kembalinya jemaah haji dari Tanah Suci menjadi momen yang dinantikan keluarga dan kerabat dengan penuh sukacita. Selain cerita inspiratif dari perjalanan ibadah, hal lain yang turut dinanti adalah buah tangan atau oleh-oleh khas sebagai tanda cinta dan syukur.

Tradisi membawa oleh-oleh telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan haji. Oleh-oleh bukan sekadar barang atau makanan, melainkan juga simbol kepedulian, rasa syukur, dan semangat berbagi atas selesainya rangkaian ibadah suci.

"Saya membawa oleh-oleh dari Tanah Suci untuk keluarga dan kerabat sebagai tanda cinta dan syukur karena telah diberi kesempatan melaksanakan ibadah haji dan kembali dengan selamat ke tengah keluarga tercinta," ujar Rosmida, jemaah haji asal Kota Sabang yang tergabung dalam Kloter 7 Embarkasi Aceh, saat ditemui RRI, Jumat (4/7/2025).

Rosmida menyebutkan bahwa oleh-oleh yang dibawanya meliputi air Zamzam, kurma, kacang-kacangan, cokelat, pakaian muslim, sajadah, dan aneka barang khas lainnya.

Hal senada juga disampaikan Andayani, jemaah haji asal Sabang lainnya. Ia mengaku sengaja membelikan oleh-oleh khusus untuk anak-anak dan keluarga dekat.

“Selain air Zamzam, saya membeli boneka unta dan baju muslim anak warna hitam. Di sana harganya lebih terjangkau dan pilihan modelnya banyak,” ujarnya.

Lebih dari sekadar cendera mata, oleh-oleh jemaah haji sarat makna spiritual. Ia menjadi pengingat perjalanan suci dan jembatan penghubung antara pengalaman ibadah dan orang-orang tercinta di rumah. Namun yang paling utama, oleh-oleh sejati dari ibadah haji adalah mabrurnya perilaku, meningkatnya ketakwaan, dan semangat untuk terus menyebarkan kebaikan di lingkungan sekitar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....