Garuda Indonesia Imbau Jemaah Patuhi Aturan Bagasi saat Pulang dari Tanah Suci
- 14 Jun 2026 19:53 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang – Garuda Indonesia mengimbau jemaah haji Aceh untuk mematuhi ketentuan bagasi penerbangan selama proses pemulangan dari Arab Saudi. Kepatuhan terhadap aturan tersebut dinilai penting untuk memastikan kelancaran perjalanan serta menghindari kendala saat pemeriksaan keamanan dan keberangkatan di bandara.
Pelaksana Harian General Manager Garuda Indonesia Cabang Aceh, Jufriandi, mengatakan salah satu tantangan yang kerap dihadapi pada fase pemulangan jemaah haji adalah kelebihan muatan barang bawaan, khususnya pada bagasi kabin yang sering kali melebihi batas yang telah ditetapkan maskapai.
“Banyak jemaah yang membawa barang kabin melebihi ketentuan. Jika sudah melampaui batas yang ditentukan, petugas di Arab Saudi akan memisahkan barang tersebut dan tidak bisa dibawa ke pesawat,” ujarnya dalam Dialog Khusus Banda Aceh Menyapa, Jum’at 12 Juni 2026.
Menurut Jufriandi, kondisi tersebut tidak hanya berpotensi menghambat proses pemeriksaan, tetapi juga dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi jemaah karena harus meninggalkan sebagian barang yang tidak memenuhi ketentuan penerbangan.
Karena itu, ia meminta petugas penyelenggara ibadah haji di Arab Saudi untuk terus memberikan sosialisasi dan pendampingan kepada jemaah terkait aturan bagasi, baik bagasi tercatat maupun bagasi kabin. Edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman jemaah sehingga proses kepulangan berlangsung lebih tertib dan lancar.
Jufriandi menjelaskan, Garuda Indonesia telah menyiapkan armada Boeing 777 untuk melayani pemulangan jemaah haji Aceh tahun ini. Pesawat berbadan lebar tersebut memiliki kapasitas 393 penumpang dan akan melayani sebanyak 14 kelompok terbang (kloter).
Ia memastikan seluruh aspek operasional telah dipersiapkan secara maksimal, mulai dari kesiapan armada, kru penerbangan, hingga fasilitas pendukung lainnya.
“Seluruh persiapan operasional sudah siap 100 persen. Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar proses pemulangan jemaah haji Aceh berjalan aman, nyaman, dan sesuai jadwal,” katanya.
Lebih lanjut, Jufriandi menegaskan bahwa kepatuhan jemaah terhadap arahan petugas merupakan faktor penting dalam mendukung kelancaran pelayanan. Menurutnya, kerja sama antara jemaah dan petugas akan mempercepat proses pemeriksaan serta meminimalkan potensi hambatan selama perjalanan.
“Semakin jemaah mengikuti arahan petugas, semakin cepat proses pelayanan berjalan dan semakin kecil potensi terjadinya ketidaknyamanan selama perjalanan,” ujarnya.
Selain membahas layanan pemulangan jemaah haji, Jufriandi juga mengungkapkan bahwa penerbangan umrah langsung dari Banda Aceh menuju Arab Saudi dijadwalkan mulai beroperasi pada akhir Juni 2026. Pengoperasian rute tersebut akan dilakukan setelah seluruh rangkaian pemulangan jemaah haji Aceh tahun ini selesai dilaksanakan.
Kehadiran penerbangan langsung tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat Aceh yang ingin menunaikan ibadah umrah, sekaligus memperkuat konektivitas penerbangan internasional dari Aceh ke Tanah Suci.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....