UMKM Dapur Hanania Buktikan Produk Lokal Aceh Mampu Tembus Pasar Internasional
- 11 Jun 2026 00:24 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Banda Aceh – Inovasi dalam mengolah komoditas lokal menjadi produk bernilai tambah menjadi salah satu kunci bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk bertahan dan berkembang di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif. Hal itu dibuktikan oleh Dapur Hanania, usaha rumahan asal Aceh yang berhasil mengembangkan keripik pisang sale crunchy hingga menembus pasar internasional.
Owner Dapur Hanania, T. Muhammad Rahmadi, S.H., mengatakan ide menghadirkan produk tersebut berawal dari keinginannya mengubah citra pisang sale yang selama ini identik dengan tekstur basah dan alot menjadi camilan yang lebih praktis, modern, dan dapat diterima berbagai kalangan tanpa menghilangkan cita rasa khasnya.
Hal itu disampaikannya dalam dialog UMKM Talks RRI Banda Aceh, Senin, 8 Juni 2026.
"Kalau selama ini pisang sale identik dengan tekstur yang basah dan alot, kami mencoba mengubahnya menjadi lebih renyah sehingga bisa menjadi camilan yang praktis dan disukai berbagai kalangan," ujarnya.
Rahmadi menuturkan, Dapur Hanania dirintis pada akhir 2020 saat pandemi COVID-19 melanda. Di tengah keterbatasan aktivitas dan ketidakpastian ekonomi, ia melihat peluang untuk memanfaatkan melimpahnya komoditas pisang di Aceh menjadi produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
Usaha tersebut dibangun dari skala rumahan dengan modal yang terbatas. Namun, berkat inovasi produk dan konsistensi menjaga kualitas, keripik pisang sale crunchy Dapur Hanania mendapat respons positif dari konsumen.
"Alhamdulillah, banyak pelanggan yang tertarik karena produk ini menawarkan sensasi baru dalam menikmati pisang sale. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus berinovasi," katanya.
Menurut Rahmadi, perkembangan usaha juga tidak terlepas dari pemanfaatan teknologi digital. Media sosial dan marketplace menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan produk sekaligus menjangkau pasar yang lebih luas.
"Di era digital sekarang, media sosial sangat berperan dalam memperkenalkan produk. Banyak pelanggan yang mengenal produk kami melalui platform digital," ujarnya.
Berkat strategi pemasaran tersebut, produk Dapur Hanania kini tidak hanya dipasarkan di Aceh, tetapi juga telah menjangkau berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, keripik pisang sale produksinya telah dikirim hingga ke Malaysia.
Capaian itu, menurut Rahmadi, menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas produk, memperkuat kapasitas produksi, serta memperluas jaringan distribusi agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Ia menilai keberhasilan UMKM tidak selalu ditentukan oleh besarnya modal yang dimiliki. Kreativitas dalam melihat peluang, keberanian untuk memulai, serta konsistensi dalam menjaga mutu produk justru menjadi faktor penting dalam membangun usaha yang berkelanjutan.
Rahmadi berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik mengembangkan potensi komoditas lokal melalui sentuhan inovasi. Selain menciptakan nilai tambah ekonomi, langkah tersebut juga dapat membuka lapangan kerja dan memperkuat daya saing produk daerah.
"Jangan takut memulai usaha. Peluang ada di sekitar kita, tinggal bagaimana kita melihat dan mengembangkannya menjadi sesuatu yang bernilai," katanya.
Ia meyakini produk-produk lokal Aceh memiliki peluang besar untuk bersaing di pasar yang lebih luas apabila didukung inovasi, pemanfaatan teknologi digital, serta kemampuan membaca kebutuhan konsumen. Kisah Dapur Hanania menjadi bukti bahwa usaha yang berawal dari dapur rumah dapat tumbuh menjadi bisnis yang mampu mengangkat potensi daerah hingga dikenal di pasar internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....