Keripik Hanina, Kreatifitas Mengolah Bahan Pangan Jadi Cuan
- 21 Nov 2025 12:04 WIB
- Sabang
KBRN, Sabang : Keripik menjadi salah satu camilan paling populer di Indonesia. Makanan ringan ini digemari oleh berbagai kalangan, teksturnya yang renyah dengan rasa yang bervariasi, juga daya tahan produk yang relatif lama membuat keripik menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.
Faridah Hanum, pelaku usaha keripik Hanina yang berada di Gampong Lamgapang, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar menceritakan awal mula ia berjualan keripik dalam perbincangan bersama Pro 1 RRI Banda Aceh.
”Berawal dari membuka lapak dengan berjualan kue basah, juga menerima titipan cemilan dari orang lain, salah satunya adalah keripik. Dari situ terpikir untuk mengolah dan menjual keripik sendiri, maka hadirlah usaha Hanina ini. Ada keripik umbi-umbian, buah naga, daun kelor, ketela oren dan juga jagung,” ujarnya Senin (3/11/2025).
Untuk pengolahan keripiknya, Faridah menambahkan bahan baku tadi dihaluskan menggunakan blender kemudian dicampur tepung, mentega, telur, bumbu-bumbu, lalu adonan digiling, kemudian lanjut digoreng dan jadilah berbagai macam keripik. Semua proses produksinya masih dilakukan secara manual, dengan waktu lebih kurang 1 jam, dengan target perhari sampai 2-3 Kg keripik.
Dengan harga jual mulai Rp.10-15ribu/bungkusnya, untuk harga bervariasi tergantung jenis keripik. Pemasarannya masih di seputaran Banda Aceh dan Aceh besar, selama ini keripik buatan Faridah dijual secara online melalui media social (WhatsApp, Tiktok) juga dibawa ke beberapa tempat yang sudah menjadi langganan.
Faridah menyebutkan tantangan yang dirasakan selama ini karena kemasan yang masih biasa saja, namun tetap diupayakan dengan menjaga kualitas rasa agar pelanggan selalu puas dengan keripik olahannya. Kedepan akan diusahakan untuk mencoba menghadirkan varian rasa yang laiinya lagi agar semakin menarik konsumen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....