Dari Dapur Kos, Donat Labu Latela Tumbuh Jadi UMKM Menjanjikan

  • 20 Apr 2026 12:28 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang — Kreativitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Banda Aceh terus berkembang. Salah satunya ditunjukkan oleh Zahida, pemilik usaha Donat Labu Latela yang berhasil mengolah bahan sederhana menjadi produk bernilai jual tinggi.

Zahida mengisahkan, usahanya bermula dari kondisi tanpa pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan. Dari situ, ia mulai mencari ide usaha hingga menemukan potensi labu sebagai bahan olahan.

“Awalnya memang statusnya pengangguran, lalu berpikir ingin bekerja apa. Ketika melihat labu, saya terpikir apakah bahan ini bisa diolah menjadi sesuatu yang lebih menarik,” ujarnya dalam dialog UMKM Talks RRI Banda Aceh, Senin, 13 April 2026.

Ia menilai labu saat itu belum banyak dimanfaatkan, padahal memiliki nilai gizi serta manfaat kesehatan yang tinggi. Dari berbagai percobaan, ia memilih donat sebagai produk awal karena sudah dikenal luas oleh masyarakat.

“Kalau donat itu semua orang suka, dari anak-anak sampai orang tua. Jadi saya membuat produk yang familiar, tetapi menggunakan bahan yang berbeda, yaitu labu dan ketela,” katanya.

Namun, perjalanan usaha tersebut tidak berjalan mulus. Zahida mengaku sempat mengalami berbagai kendala dalam proses produksi, seperti tekstur donat yang keras dan tidak mengembang sempurna.

“Awal-awal donatnya bantat dan keras. Tapi terus kami perbaiki, bahkan sampai sekarang pun masih terus meningkatkan kualitas,” ucapnya.

Pada masa awal, pemasaran dilakukan secara sederhana dari mulut ke mulut. Ia bahkan harus menawarkan langsung produknya kepada orang-orang terdekat.

“Dulu penjualannya benar-benar dari mulut ke mulut. Bahkan bisa dibilang seperti ‘memaksa’ orang membeli karena mereka belum mengenal donat labu,” ujarnya.

Seiring waktu, usaha tersebut mulai berkembang. Dari yang awalnya diproduksi di dapur kos, kini Donat Labu Latela telah memiliki tempat produksi sendiri serta didukung peralatan yang lebih modern.

Zahida menegaskan, kunci keberhasilan usahanya terletak pada konsistensi dan komitmen dalam menjalankan bisnis.

“Yang penting itu konsisten dan komitmen. Kalau ingin bertahan jangka panjang, dua hal itu tidak bisa dilepaskan,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....