Ruang Lingkup Ajak Anak Muda Bergerak untuk Inklusi
- 30 Agt 2026 05:09 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang — Komunitas Ruang Lingkup mengajak anak muda di Aceh untuk lebih aktif terlibat dalam gerakan inklusi sosial dan memberikan ruang yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk berkembang.
Ajakan tersebut disampaikan pegiat Ruang Lingkup, Rara Gendes Bidari dalam program Ruang Disabilitas dan Inklusi RRI Banda Aceh, yang membahas tema “Peran Anak Muda dan Komunitas dalam Gerakan Inklusi Sosial”, Minggu 16 Agustus 2026.
Ia mengatakan keterlibatan anak muda dalam gerakan sosial dapat dimulai dari hal sederhana. Menurutnya, kontribusi tidak selalu harus dalam bentuk materi, tetapi dapat berupa waktu, tenaga, gagasan, dan kepedulian.
Rara juga mengingatkan anak muda untuk tidak hanya menghabiskan waktu di ruang digital, tetapi mulai bergerak dan terlibat dalam kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. “Berhenti scroll, berhenti di kos, ayo bergerak,” kata Rara.
Kegiatan sosial tidak hanya memberikan manfaat kepada penerima program, tetapi juga dapat memberikan pengalaman dan dampak positif bagi para relawan yang terlibat. Dalam membangun kepercayaan masyarakat, Ruang Lingkup mengutamakan keterbukaan informasi melalui media sosial, setiap kegiatan komunitas dipublikasikan agar masyarakat mengetahui aktivitas yang dilakukan.
Selain media sosial, pemberitaan media juga dinilai penting untuk memperluas informasi mengenai kegiatan komunitas sekaligus menunjukkan bukti nyata pelaksanaan program.
Sementara itu Founder Ruang Lingkup, Harir Rizky Tullah, mengatakan Ruang Lingkup dalam waktu dekat akan melaksanakan kegiatan “Healing Tanpa Meninggalkan”, yang mengajak masyarakat menikmati kegiatan di alam sekaligus menjaga kebersihan lingkungan. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung di Desa Lambung, Banda Aceh, dengan mengedepankan kepedulian terhadap lingkungan.
Harir berharap semakin banyak anak muda yang tertarik bergabung dalam kegiatan sosial, pendidikan, dan lingkungan.
Selain itu, Rara berharap gerakan inklusi sosial di Aceh terus berkembang. Ia menilai, penyandang disabilitas harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan dan menghasilkan karya.
Menurutnya, membuka potensi penyandang disabilitas merupakan bagian penting dari gerakan inklusi. Dengan dukungan yang tepat, mereka dapat mengembangkan keterampilan, menghasilkan produk, dan memperoleh kemandirian ekonomi.
Ruang Lingkup berharap gerakan tersebut dapat mendorong perubahan cara pandang masyarakat terhadap penyandang disabilitas sekaligus memperkuat partisipasi anak muda dalam membangun lingkungan sosial yang lebih inklusif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....