Kebahagiaan dalam Islam Tidak Diukur dari Harta
- 11 Agt 2026 14:35 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Kebahagiaan dalam kehidupan tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya harta, jabatan, maupun kemewahan. Dalam pandangan Islam, kebahagiaan sejati bersumber dari hati yang tenang dan kedekatan kepada Allah SWT.
Hal tersebut disampaikan Tgk. Rusli, S.H.I., M.Ag., dalam Dialog Kajian Islami RRI Banda Aceh bertema “Hati Tenang, Hidup Lapang, Kunci Bahagia dalam Islam”, Jumat 7 Agustus 2026.
Menurutnya, seseorang yang memiliki banyak harta maupun jabatan belum tentu merasakan ketenangan dan kebahagiaan. Sebaliknya, ketenangan hati dapat menjadi sumber kebahagiaan meskipun seseorang memiliki keterbatasan secara materi.
“Bahagia itu bukan pada harta. Dengan banyak harta kita belum tentu bahagia. Bahagia itu bukan pada jabatan. Bahagia itu ada di hati,” ujar Tgk. Rusli.
Ia menjelaskan, setiap manusia memiliki hati yang perlu dijaga dan ditata agar tetap sehat serta dipenuhi keimanan kepada Allah SWT.
Tgk. Rusli menyebut hati yang sehat atau qalbun salim akan tercermin melalui perilaku seseorang. Hati yang baik akan mendorong seseorang menjaga ucapan dan perbuatan, termasuk tidak mudah menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya.
“Apabila hati itu baik, maka baiklah seluruh anggota kita. Kalau hati baik, tangan akan menjadi baik, mata akan menjadi baik, lidah juga akan menjadi baik,” katanya.
Menurutnya, salah satu cara menjaga ketenangan hati adalah memperbanyak zikir dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ia mengingatkan bahwa Al-Qur'an menegaskan hati akan menjadi tenteram dengan mengingat Allah.
Tgk. Rusli juga mengingatkan agar masyarakat tidak menjadikan kehidupan dunia sebagai tujuan utama. Harta, kendaraan, jabatan, dan berbagai fasilitas duniawi tetap dapat bernilai ibadah apabila digunakan untuk kebaikan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Bahagia itu ada di hati. Hati tidak akan tenang selama hati itu tidak diisi dengan pencipta bahagia itu sendiri,” ujarnya.
Ia berharap masyarakat dapat memahami kembali tujuan kehidupan, memperkuat keimanan, dan menjadikan kedekatan kepada Allah SWT sebagai sumber ketenangan serta kebahagiaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....