Ibu Cerdas dalam Islam Bukan Sekadar Gelar Pendidikan
- 10 Mei 2026 13:10 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang — Konsep ibu cerdas dalam Islam tidak diukur dari tinggi rendahnya pendidikan formal, melainkan dari kemampuan seorang ibu membimbing keluarga menuju ketakwaan kepada Allah SWT.
Hal tersebut disampaikan Divisi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DPW Wazin Aceh, Alvia Hasli Ramadhan, Lc., M.Ag., dalam dialog Kajian Islami RRI Banda Aceh, Jumat 8 Mei 2026, bertema “Ibu Cerdas yang Dinanti Firdaus.”
Menurut Alvia, Islam menempatkan ibu pada kedudukan yang sangat mulia karena besarnya pengorbanan yang dilakukan, mulai dari mengandung, melahirkan, hingga mendidik anak. Ia mengutip Surah Al-Luqman ayat 14 yang menjelaskan perjuangan seorang ibu saat mengandung dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyusui selama dua tahun.
“Seorang ibu bukan hanya melahirkan manusia ke muka bumi, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam mendidik generasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ibu cerdas dalam Islam memiliki tiga ciri utama. Pertama, cerdas secara spiritual dengan menjaga hubungan kepada Allah SWT melalui salat, puasa, dan ibadah lainnya. Kedua, cerdas secara emosional dengan mampu mengendalikan emosi serta bersikap lembut kepada keluarga. Ketiga, cerdas dalam mendidik anak agar mengenal dan mencintai Allah SWT sejak dini.
Menurutnya, masih banyak anggapan di masyarakat bahwa ibu cerdas harus memiliki pendidikan tinggi hingga jenjang S2 atau S3. Padahal, dalam Islam, kecerdasan seorang ibu lebih terlihat dari keberhasilannya membina akhlak dan keimanan anak-anaknya.
“Ibu cerdas adalah ibu yang mampu membawa keluarganya mencintai Allah dan Rasul-Nya,” kata Alvia.
Ia juga menekankan pentingnya keteladanan orang tua dalam proses pendidikan anak. Menurutnya, anak cenderung lebih mudah meniru perilaku dibanding hanya mendengarkan nasihat.
“Kalau ingin anak rajin salat, maka ibu harus lebih dahulu menjaga salatnya,” ujarnya.
Selain itu, Alvia mengingatkan bahwa mendidik anak membutuhkan keikhlasan karena setiap amal bergantung pada niat. Dengan niat yang lurus karena Allah SWT, seorang ibu akan lebih kuat menghadapi berbagai tantangan dalam mengasuh dan mendidik anak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....