Sekolah dan Orang Tua, Mitra Utama dalam Membangun Karakter Anak
- 12 Jun 2026 13:37 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Pendidikan bukan hanya sekadar proses belajar mengajar di kelas, melainkan sebuah proses besar dalam membangun dan menjaga peradaban manusia sesuai fitrah. Dan setiap penyelenggara pendidikan formal perlu payung hukum yang kokoh.
Di Indonesia sendiri, UU Sistem Pendididikan Nasional hadir sebagai panduan agar tata Kelola, kurikulum, dan standardisasi tenaga pendidik terkontrol dalam satu jalur yang terarah. Siti Nurhidayah, S.Pd., M.Sc, Pembina Sekolah Alam Kahfis Aceh, mengatakan bahwa keseragaman regulassi tidak boleh mematikan keunikan wilayah.
“Dalam tataran prakteknya, kita juga perlu ubah suai. Misalnya, kebijakan kurikulum nasional, seperti Kurikulum Merdeka, harus dapat dapat diadopsi dan diadaptasi (adopt and adapt). Di Aceh contohnya, kurikulum nasional dapat diselaraskan dengan aturan daerah (Qanun). Hal serupa juga dapat berlaku di daerah lain, seperti Papua maupun Jawa,” ujarnya dalam dialog bersama RRI Pro 1 Banda Aceh, Jumat 8 Mei 2026.
Selain itu, ia menegaskan bahwa ada satu kekeliruan besar masyarkat adalah menganggap sekolah sebagai lembaga “laundry.” “Sekolah kan bukan laundry, yang dikasih baju belum bersih, dititpin, dibayar, dan pas ngambil harus bersih, wangi dan siap pakai,” tambahnya.
Padahal, filosofi yang utama dan pertama adalah pada orang tua. Sedangkan, guru di sekolah hanyalah mitra yang diamanahi untuk membantu proses tersebut. Pendidikan karakter tidak akan pernah berhasil jika hanya mengandalkan waktu 4 jam di sekolah, sementara 20 jam sisa waktu anak di rumah diabaikan oleh orang tua.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....