Literasi Digital sebagai Fondasi Keamanan Perempuan dan Anak

  • 06 Jul 2026 08:42 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Akses terhadap gadget dan internet saat ini mengalami perkembangan yang pesat. Pada awal kemunculannya, perkembangan teknologi ini mungkin lebih dekat dengan dunia laki-laki. Namun, seiring berjalannya waktu, perempuan semakin aktif memanfaatkan platform digital untuk promosi UMKM dan pengembangan diri.

Tidak hanya perempuan, anak-anak dan remaja sudah sangat akrab dengan internet untuk komunikasi dan hiburan. Syukriah, SKM., MKM, selaku Kabid Perpustakaan pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Banda Aceh, mengatakan bahwa tingginya akses ternyata belum berbanding lurus dengan kualitas literasi digital.

“Jaman sekarang orang tua melalaikan anak-anaknya dengan hape, sehingga rentan mengalami kecanduan gawai, terpapar konten kekerasan, hingga menjadi korban cyber bullying,” ujarnya dalam dialog Perempuan dan Anak “Penguatan Literasi Inklusif Pada Perempuan dan Anak di Era Digital” bersama RRI Pro 1 Banda Aceh, Senin 18 Mei 2026.

Kemudian, kesadaran keamanan digital masih sangat rendah. “Masalah utama adalah rendahnya pemahaman keamanan siber. Adanya penipuan online yang sangat mengkhawatirkan dan merugikan masyarakat,” lanjutnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa kondisi literasi Perempuan dan Anak di Banda Aceh sedang berada dalam fase transisi menuju masyarakat digital yang lebih aktif. Maka, poin saat ini bukan lagi sekadar bisa menggunakan internet, tapi bagaimana perempuan dan anak bisa menyaring informasi dengan baik.

Di dunia digital yang tanpa batas ini, benteng pertahanan terbaik anak adalah penanaman nilai agama dan etika sejak dini. Orang tua juga tidak boleh gagap teknologi, dan dapat menjadi ruang dialog yang nyaman bagi anak. Kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat juga diperlukan untuk mewujudkan ekosistem digital yang aman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....