PSLH UIN Ar-Raniry Dorong Perubahan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga
- 24 Mei 2026 19:55 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang – Pengelolaan limbah domestik rumah tangga dinilai tidak cukup hanya mengandalkan pengangkutan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Perubahan pola pikir masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.
Sekretaris Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Ir. Syarifah Seicha Fathma, M.T., mengatakan konsep pengelolaan sampah saat ini harus diarahkan pada pengurangan sampah sejak dari rumah tangga, paradigma masyarakat terhadap bank sampah juga perlu diperbaiki agar tidak memicu perilaku konsumtif.
“Jangan sampai masyarakat merasa semakin banyak menghasilkan sampah maka semakin bagus karena menghasilkan uang lebih banyak,” ujarnya dalam perbincangan bersama RRI, Sabtu 23 Mei 2026.
Syarifah menjelaskan, Kota Banda Aceh sebenarnya sudah memiliki regulasi yang cukup baik terkait pengelolaan sampah, termasuk aturan pembatasan plastik sekali pakai di pusat perbelanjaan dan pengembangan Waste Collecting Point (WCP). Menurutnya, sistem penghargaan dalam pengelolaan sampah sebaiknya diberikan kepada masyarakat yang konsisten memilah dan mengurangi sampah, bukan berdasarkan jumlah sampah yang dikumpulkan.
Ia menilai, salah satu daerah di Aceh yaitu Banda Aceh relatif lebih maju dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat dibanding kabupaten/kota lainnya. “Kalau kita bahas sampah ini sebenarnya manajemen, bukan hanya teknis. Jadi harus diselesaikan dari hulu sampai hilir,” katanya.
Melalui PSLH UIN Ar-Raniry, pihaknya juga aktif melakukan pendampingan masyarakat dan penelitian terkait pengelolaan sampah, termasuk kajian penggunaan plastik sekali pakai di kafe dan restoran Kota Banda Aceh.
Dari hasil penelitian tersebut, ditemukan masih ada sekitar 30 persen aliran sampah plastik yang tidak terlacak setelah keluar dari kafe dan restoran. “Itu artinya ada sampah yang kemungkinan masuk ke lingkungan tanpa pengelolaan yang jelas,” ujarnya.
Selain persoalan teknis, Syarifah juga menyoroti pentingnya peran ibu rumah tangga dalam membangun budaya pengelolaan sampah di keluarga. Menurutnya, ibu memiliki pengaruh besar dalam membentuk kebiasaan anak-anak terkait pemilahan sampah.
“Ibu adalah pengambil keputusan di rumah. Kalau ibu mengajarkan memilah sampah, anak-anak akan ikut,” katanya.
Ia juga mengajak mahasiswa dan generasi muda untuk mulai menerapkan kebiasaan sederhana seperti menggunakan kembali kertas bekas, mengurangi sampah plastik, hingga menjual kertas bekas ke bank sampah. Dari sudut pandang Islam, ia menegaskan bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi.
“Kalau hari ini kita menghasilkan gunungan sampah, maka generasi berikutnya akan kehilangan lahan dan menghadapi dampak lingkungan yang lebih berat,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....