Anak Mulai Punya Ponsel di Usia 14 Tahun, Perlukah ?
- 25 Mar 2026 10:55 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang – Tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun sekarang kini sudah sangat akrab dengan teknologi sejak dini. Di zaman digital seperti saat ini ponsel atau handphone bukan lagi barang yang asing, tapi kebutuhan yang sulit untuk dipisahkan dari kehidupan sehari-hari, namun muncul pertanyaan apakah anak usia 14 tahun adalah waktu yang tepat untuk memiliki handphone atau ponsel ?
Dalam dialog Obrolan Seru Santai Islami (OSSI), Founder Kahfis Aceh Siti Nurhidayah, S.Pd., M.Sc atau yang lebih dikenal dengan sebutan Bunda Dayah menjelaskan usia tersebut merupakan fase penting dalam pembentukan kedisiplinan anak, terutama dalam memahami aturan kehidupan. Orang tua disarankan menunda pemberian telepon genggam pribadi kepada anak hingga usia 14 tahun agar anak siap secara aturan dan tanggung jawab dalam penggunaan teknologi.
“Kalau menurut saya, idealnya memang 14 tahun anak punya handphone sendiri, karena di usia itu mereka sudah masuk fase belajar aturan”, ujarnya Kamis 19 Maret 2026.
Ia menjelaskan bahwa usia 7 hingga 14 tahun merupakan fase pengenalan aturan yang harus dituntaskan sebelum anak diberikan kebebasan menggunakan gawai secara mandiri. “Kalau anak tidak tuntas di fase aturan, nanti ketika dikasih handphone itu bisa kebablasan”, katanya.
Bunda Dayah juga menyoroti fenomena orang tua yang memberikan gawai kepada anak karena mengikuti tren tanpa mempertimbangkan kesiapan anak. “Sering kali orang tua karena tidak enak, anak temannya sudah punya, akhirnya ikut dibelikan, padahal belum siap”, tambahnya.
Meski demikian, ia mengakui kebutuhan pendidikan saat ini membuat anak sulit lepas dari akses internet. Oleh karena itu, pendampingan orang tua menjadi sangat penting, “Begitu internet dibuka, itu sudah terbuka jendela dunia, jadi orang tua harus benar-benar mengawal”, katanya.
Ia juga menekankan pentingnya konsistensi orang tua dalam menerapkan aturan agar anak tidak mencari celah. Dengan pengawasan yang tepat, anak diharapkan mampu menggunakan teknologi secara bijak dan tidak terjebak pada dampak negatif dunia digital.
“Kadang yang merusak aturan itu justru orang dewasa sendiri, karena tidak konsisten”, tutup Bunda Dayah
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....