Pernikahan Anak di Aceh Menurun, DP3A Minta Semua Pihak Perkuat Pencegahan

  • 20 Jun 2026 18:36 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang – Angka pernikahan anak di Aceh menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Meski demikian, persoalan tersebut masih menjadi perhatian serius karena berpotensi menghambat pemenuhan hak-hak anak serta berdampak pada masa depan generasi muda.

Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Aceh, Azizah, S.Pd., M.Pd., mengatakan persentase pernikahan anak di Aceh turun dari 6,92 persen pada 2023 menjadi 5,92 persen pada 2024. “Penurunan yang terjadi ini tentu tidak terlepas dari kerja sama semua pihak. Mulai dari keluarga, masyarakat, dan pemerintah yang menjalankan perannya dalam memberikan perlindungan kepada anak,” kata Azizah dalam Dialog Indonesia Layak Anak di RRI Banda Aceh, Minggu 14 Juni 2026.

Menurutnya, pernikahan anak merupakan bentuk pelanggaran terhadap hak anak yang seharusnya mendapat perlindungan hingga usia 18 tahun. Karena itu, upaya pencegahan harus terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak.

Azizah menyebutkan sejumlah daerah yang masih memerlukan perhatian khusus terkait kasus pernikahan anak, antara lain Kabupaten Pidie, Aceh Besar, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Bireuen. Faktor ekonomi, rendahnya tingkat pendidikan, serta kekhawatiran orang tua terhadap pergaulan bebas masih menjadi penyebab utama terjadinya pernikahan anak, terutama di wilayah pedesaan.

“Sebagian orang tua berpikir menikahkan anak akan mengurangi beban ekonomi keluarga atau mencegah anak terjerumus dalam pergaulan bebas. Paradigma seperti ini yang perlu kita ubah secara perlahan,” ujarnya.

Azizah menegaskan dispensasi nikah seharusnya hanya diberikan dalam kondisi tertentu dan bersifat pengecualian. Ia berharap masyarakat tidak menjadikan mekanisme tersebut sebagai jalan pintas untuk menikahkan anak di bawah usia yang ditetapkan undang-undang, serta juga mengajak keluarga untuk lebih aktif mendampingi anak dan membangun komunikasi yang baik agar anak merasa nyaman menyampaikan persoalan yang dihadapi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....