Sampah Plastik, Masalah Sepele yang Berdampak Besar diAceh
- 25 Nov 2025 17:27 WIB
- Sabang
KBRN, Sabang : Sampah plastik sering dipandang sebagai masalah kecil yang bisa ditangani kemudian. Padahal, plastik merupakan ancaman serius bagi lingkungan dan kehidupan manusia. Isu ini mengemuka dalam Dialog Tanggap Bencana pada program Dialog Banda Aceh Sore di Programa 1 RRI Banda Aceh, Selasa (25/11/2025).
Plastik memang praktis digunakan, namun sangat sulit terurai. Satu kantong plastik dapat bertahan di alam hingga ratusan tahun sehingga mencemari lautan, sungai, dan tanah. Dampaknya, banyak hewan laut seperti penyu, ikan, dan burung menelan plastik karena disangka makanan, dan sebagian besar berujung mati.
Kabid Pengelolaan Sampah, Limbah B3, dan Pengendalian Pencemaran DLHK Aceh, Naharuddin Hasan, S.Hut., S.I, menegaskan bahwa masyarakat masih memandang sampah plastik sebagai hal sepele.
“Ini potret fenomena yang terjadi hari ini di masyarakat kita. Sampah plastik dianggap ringan, mudah dibuang, dan mudah dibawa, sehingga dampak besarnya kerap diabaikan,” ujarnya.
Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) tahun 2024, dari total timbulan sampah Aceh sebesar 931.689 ton, terdapat 151.592 ton atau 20,56 persen merupakan sampah plastik. Penyumbang terbesar berasal dari sampah rumah tangga.
Naharudin menjelaskan bahwa rendahnya kesadaran masyarakat menjadi tantangan terbesar dalam upaya mengendalikan pencemaran plastik. Ia menambahkan, data timbulan sampah tahun 2025 akan dipublikasikan pada Januari 2026.
“Tantangan terbesar kita adalah meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak memandang enteng ancaman sampah plastik. Ke depan, DLHK Aceh akan memperkuat edukasi agar masyarakat lebih peka dan peduli terhadap dampak yang ditimbulkannya,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....