Warung Kopi Bertambah, Sampah Plastik Ikut Meroket
- 13 Jun 2026 18:05 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Volume sampah domestik terus meningkat setiap tahun dan menjadi peringatan serius bagi kelestarian lingkungan di Provinsi Aceh. Sampah ruamh tangga setiap hari menumpuk dan juga seiring pesatnya pertumbuhan ekonomi, seperti menjamurnya kedai kopi modern, produksi sampah anorganik berupa plastik juga ikut meroket.
“Contohnya saja di kabupaten Bireun sendiri atau daerah Aceh lain dengan fenomena menjamurnya warung kopi, maka akan memproduksi sampah yang banyak. Dari situlah, kekhawatiran kita ada karena kerusakan lingkungan akan cepat terjadi,” ujar Nurulyana Daba, S.Pd, Kepala Biro Organisasi, Yayasan Aceh Green Conversation dalam dialog bersama RRI Pro 1 Banda Aceh, Sabtu 9 Mei 2026.
Yayasan Aceh Green Conversation (AGC) berfokus pada tataran advokasi kebijakan untuk pengelolaan sampah perkotaan yang terintegarasi dari Tingkat desa hingga kabupaten. Salah satunya menginisiasi pilot project program percontohan bank sampah di Desa Blang Hasan, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireun.
Masyarakat diajak memilah sampah organic dan anorganik dari rumah. Sampah plastic/botol bekas yang sudah dipilah dikumpulkan ke pihak desa, dan pihak desa akan membelinya dari warga sehingga memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat.
Ia menilai pendekatan pengelolaan sampah dinilai akan jauh lebih efektif jika melibatkan ibu rumah tangga. Sebagai pengelola utama domestic, perempuan memegang kendali dan kontrol terhadap produksi sampah rumah tangga, mulai dari penggunaan kantong plastik saat belanja hingga sampah sisa dapur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....