BPGN Natuna Teken MoU Gandeng 9 Mitra Strategis
- 07 Okt 2025 16:40 WIB
- Ranai
KBRN Ranai;Dalam upaya memperkuat sinergi dan memperluas jaringan kemitraan strategis, Badan Pengembangan Geopark Nasional (BPGN) Natuna melaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan sembilan mitra yang terdiri dari pelaku usaha pariwisata dan instansi pemerintah.
Kegiatan berlangsung di Kantor Bupati Natuna, pada Selasa (7/10/2025) pukul 09.00 WIB hingga selesai, dan dihadiri langsung oleh Ketua BPGN Natuna, Basri, beserta para pimpinan dari sektor swasta maupun instansi pemerintah.

Ketua BPGN Natuna Basri
Adapun sembilan mitra yang menandatangani kerja sama tersebut meliputi:
• Manajer Adiwana Jelita Sejuba Hotel and Resort
• Manajer Natuna Dive Resort
• Manajer Batu Hitam Hotel
• Manajer Hotel Central
• Manajer Hotel Tren Central
• Kepala KPHP Wilayah 5 Natuna
• Kepala Cabang Dinas Perikanan Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau
• Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kabupaten Natuna
• Kepala ULP PLN Ranai
Dalam sambutannya, Basri menjelaskan bahwa penandatanganan MoU ini merupakan bagian dari langkah besar menuju target Geopark Natuna masuk ke dalam jaringan UNESCO Global Geopark (UGGp) di tahun mendatang.
“Hari ini kita menandatangani MoU dengan sembilan mitra strategis, baik dari sektor swasta maupun pemerintah. Kerja sama ini telah direncanakan jauh hari dan menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat promosi, sosialisasi, dan pengembangan Geopark Natuna secara berkelanjutan,” ujar Basri.

Menurut Basri, kemitraan ini tidak hanya bersifat formal, tetapi juga akan diimplementasikan dalam berbagai kegiatan bersama, seperti promosi wisata geosite, kunjungan lapangan bersama ke lokasi-lokasi geosite, serta kampanye edukatif kepada masyarakat agar lebih mengenal potensi alam dan budaya Natuna.
“Kita ingin Geopark Natuna dikenal bukan hanya oleh wisatawan luar, tapi juga oleh masyarakat Natuna sendiri. Banyak warga yang tahu istilah ‘Geopark’, tapi belum memahami apa dan di mana geosite-geosite kita berada. Melalui kerja sama ini, kita akan lebih aktif turun ke lapangan bersama mitra untuk mengenalkan potensi itu,” jelasnya.
Basri juga menambahkan bahwa sebelumnya BPGN Natuna telah menjalin kerja sama dengan beberapa pihak lain, termasuk Lembaga Penyiaran Publik RRI, serta Geopark Maros (Sulawesi Selatan), Geopark Kebumen (Jawa Tengah), dan Geopark Jelito.
Langkah ini menunjukkan bahwa Geopark Natuna semakin diperhitungkan di tingkat nasional dan terus memperluas jaringan kerja sama lintas daerah.
“Tujuan utama kami adalah menjadikan Geopark Natuna sebagai lokomotif pembangunan daerah. Promosi geopark ini akan menjadi pintu masuk agar dunia mengenal Natuna — baik dari sisi geopolitik, geokonomi, maupun kekayaan alam dan budaya yang luar biasa,” ungkap Basri.
Basri menegaskan, Natuna memiliki tiga kekuatan besar yang menjadi modal untuk menuju level internasional, yakni geodiversity (keanekaragaman geologi), biodiversity (keanekaragaman hayati), dan culture diversity (keanekaragaman budaya).
“Dengan tiga kekayaan ini, kita ingin membangun Natuna yang maju tanpa merusak alam. Prinsip Geopark adalah melestarikan bumi, namun juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Kegiatan penandatanganan MoU ini ditutup dengan sesi foto bersama serta komitmen seluruh pihak untuk mendukung percepatan Geopark Natuna menuju pengakuan dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....