Trend Aura Farming Pacu Jalur Akan Meriahkan Istana
- 16 Agt 2025 14:11 WIB
- Ranai
KBRN, Ranai: Fenomena Aura Farming pertama kali mencuat di media sosial berkat kreativitas netizen . Mereka menggabungkan tradisi Pacu Jalur, lomba dayung khas Sungai Kuantan, dengan menambah istilah “aura” atau energi semangat.
Awalnya, video-video singkat yang menampilkan perahu panjang berisi puluhan pendayung ramai dibagikan di TikTok. Kemudian banyak netizen menambahkan caption dan meme bertema Aura Farming, hingga akhirnya istilah ini viral dan digunakan untuk berbagai konteks sehari-hari.
Budaya Pacu Jalur sendiri adalah warisan budaya tak benda Indonesia yang rutin digelar setiap Agustus. Tradisi ini melibatkan kerjasama, kekuatan, dan kekompakan puluhan pendayung, sehingga menjadi simbol kebersamaan masyarakat Riau.
Menurut Dr. Eko Setiawan, antropolog dari Universitas Riau, dalam sebuah seminar budaya lokal yang dikutip dari Kompas, Pacu Jalur memiliki makna mendalam bagi masyarakat. “Ketika netizen mengangkat Pacu Jalur ke media sosial dalam bentuk meme Aura Farming, itu justru menunjukkan bagaimana budaya lokal bisa hidup berdampingan dengan budaya digital,” jelasnya.
Seiring meningkatnya popularitasnya, tren Aura Farming tidak lagi terbatas pada dunia maya. Ia menembus berbagai momen publik, bahkan sempat dijadikan simbol motivasi dalam aktivitas sehari-hari oleh banyak anak muda.
Hal paling mengejutkan adalah ketika sejumlah unggahan video di sosial media memperlihatkan nuansa tren ini masuk ke dalam gladi bersih upacara kenegaraan. Dalam persiapan detik-detik proklamasi HUT ke-80 RI di Istana Merdeka, beberapa elemen Aura Farming terlihat menjadi bagian dari momen tersebut.
Netizen pun ramai membicarakan betapa uniknya budaya digital bisa menembus acara nasional yang sakral. Fenomena ini sekaligus menegaskan bahwa budaya internet mampu menyatukan antara humor, nasionalisme, dan tradisi lokal.
Tren Aura Farming di Istana Merdeka akan menjadi bukti bahwa budaya lokal dapat mendunia lewat sentuhan modern. Dari sebuah lomba dayung di sungai, kini gaungnya mengalun hingga ke pusat peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....