Keberadaan PLUT Natuna di Mata Warga

  • 15 Apr 2025 09:28 WIB
  •  Ranai

KBRN. Ranai : Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Disperindagkopum) kabupaten Natuna, membangun Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) tahun 2023. Pembangunan PLUT dimaksudkan untuk mendukung kegiatan layanan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang meliputi tempat layanan konsultasi bisnis dan pendampingan usaha dari para pelatih kepada pelaku UMKM.

Pembangunan PLUT dimanfaatkan sebagai wadah bertemunya pelaku-pelaku UMKM. PLUT berfungsi untuk mendiskusikan ide bisnis, konsultasi, pengembangan usaha, dan sebagai sarana pelatihan teknis bagi calon-calon wirausaha sesuai bidangnya.

Dalam perkembangannya keberadaan PLUT tersebut tidak dibutuhkan bagi sebagian pelaku UMKM yang ada di Natuna. Hal ini terungkap dari sejumlah tanggapan pendengar melalui acara Hallo Natuna (Opini Publik) pada hari Selasa, 15 April 2025 pukul 07.30 wib sampai dengan pukul 08.00 wib.

Dalam program acara Hallo Natuna dengan topik : Tanggapan Masyarakat terhadap Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Natuna, terangkum beberapa komentar dari para penelpon di 081266477719.

1. Efendi dari Gunung Putri “ bagi masyarakat masalah konsultasi itu sudah muak, dan itu bukan baru-baru ini tapi sudah bertahun tahun dengan masalah konsultasi itu, bukan itu yang dibutuhkan oleh masyarakat. Yang dibutuhkan oleh masyarakat sekarang adalah penerapan atau prakteknya atau hasilnya, bukan koordinasi, kunsultasi dan wacana. Masyarakat menginginkan pemerinah memberikan sesuatu yang bisa dicontoh untuk masyarakat seperti menciptakan suatu pekerjaan yang bisa menambah ekonomi masyarakat”.

Efendi menilai pemerintah daerah kurang bijak dalam menetukan keputusan terutama untuk mendukung para petani lokal dalam mengembangkan usahanya. Padahal sebagai pemerintah seharusnya bisa membaca peluang usaha yang bisa dikembangkan di suatu daerah.

“harusnya pihak terkait bisa melihat peluang usaha yang ada dan bisa melihat apa yang cocok untuk dikembangkan pada suatu tempat. Misalnya tanah yang cocok ditanam nanas maka dipaksa untuk ditanam padi maka ini tidak cocok atau gagal, dan anggaran akan ahis sia-sia”.

Lebuh lanjut Efendi beharap kepada pemerintah agar lebih bijak dalam menentukan keputusan dan menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi dilapangan. Dan juga diharapkan pemerintah mendukung para usaha yang dilakukan petani lokal dan bisa bisa melihat apa potensi yang layak untuk dikembangkan di daerah Natuna ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....