Gen Z Jadi Generasi yang Rentan Mengalami Stres dan Burnout

  • 05 Sep 2026 19:16 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Ranai - Memasuki usia 20-an sering dianggap sebagai masa penuh semangat, kesempatan, dan pencarian jati diri. Namun, di tengah berbagai tuntutan kehidupan modern, banyak generasi Z atau Gen Z justru menghadapi tekanan yang dapat memicu stres berkepanjangan hingga burnout atau kelelahan fisik, mental, dan emosional.

Melansir dari @prodia_ohi, hasil survei menunjukkan sekitar 48 persen Gen Z merasa mengalami burnout. Sementara itu, hampir sepertiga responden mengaku merasa cemas atau stres hampir sepanjang waktu.

Tekanan tersebut juga berkaitan dengan tingginya penggunaan teknologi dan media sosial. Hampir 60 persen Gen Z dilaporkan mengalami kelelahan digital akibat banyaknya notifikasi serta penggunaan berbagai platform secara bersamaan.

Ketidakpastian ekonomi dan persaingan di dunia kerja menjadi salah satu faktor yang membuat Gen Z lebih rentan mengalami tekanan. Kondisi tersebut semakin diperkuat oleh kebiasaan membandingkan kehidupan diri sendiri dengan orang lain melalui media sosial.

Selain itu, budaya yang mendorong seseorang untuk terus produktif juga dapat membuat waktu istirahat semakin berkurang. Kurangnya apresiasi di tempat kerja serta batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi yang semakin kabur turut menjadi pemicu stres.

Untuk mengelola stres, Gen Z dapat mulai menetapkan batas yang jelas antara waktu kerja dan kehidupan pribadi. Mengurangi paparan media sosial, memprioritaskan perawatan diri, melatih perhatian, serta memahami bahwa seseorang tidak harus selalu produktif juga dapat membantu menjaga keseimbangan mental.

Membangun sistem pendukung dengan berbicara kepada orang yang dipercaya juga penting ketika menghadapi tekanan. Jika stres, kecemasan, atau gejala burnout terus berlanjut dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....