Ketua MPR Soroti Kabar Warga Natuna Diduga Jadi Tentara Rusia
- 04 Okt 2026 22:55 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID.Natuna: Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Ahmad Muzani, turut menanggapi kabar mengenai warga Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, yang diduga menjadi tentara Rusia di tengah konflik Rusia-Ukraina. Muzani menyampaikan tanggapannya saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Natuna, Rabu (30 September 2026).
Dalam arahannya Ia menekankan pentingnya menjaga loyalitas seluruh warga negara terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI. Menurut Muzani, menjaga kedaulatan negara bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat Indonesia agar tetap memiliki komitmen dan kesetiaan kepada negara.
"Saya kira tugas kita semua, tugas kami adalah menjaga kedaulatan negara termasuk seluruh rakyat dan bangsa Indonesia untuk tetap loyal dan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia." Ujar Muzani
Muzani juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan tawaran pekerjaan di luar negeri yang berkaitan dengan aktivitas sebagai tentara bayaran. Ia menilai tawaran semacam itu tidak dapat dibenarkan. "Iming-iming ataupun tawaran-tawaran terhadap pekerjaan lain apalagi yang berkonotasi kepada tentara bayaran, saya kira sesuatu yang jelas tidak dibenarkan." Ucap Muzani
Namun, di sisi lain, Muzani menilai persoalan tersebut juga perlu dilihat dari aspek kesejahteraan masyarakat. Pemerintah dinilai perlu memastikan tersedianya lapangan pekerjaan dan kehidupan yang layak bagi masyarakat.
Menurutnya, ketersediaan kesempatan kerja dan peningkatan kesejahteraan menjadi bagian penting agar masyarakat tidak mudah tergoda oleh tawaran pekerjaan yang berisiko di luar negeri.
"Tetapi di sisi lain kita juga harus menyediakan lapangan pekerjaan dan kelayakan hidup yang lebih baik supaya hal seperti itu tidak terulang." Ucapnya
Kabar mengenai warga Natuna yang diduga menjadi tentara Rusia sebelumnya mendapat perhatian dan menjadi viral. Hal ini menyusul dengan munculnya informasi mengenai Rendi Apriyanto, warga Kelurahan Ranai Darat, Kecamatan Bunguran Timur, yang disebut berangkat ke Rusia untuk bekerja.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari keluarga melalui Ketua RT setempat, Rendi disebut meninggalkan Natuna sejak 2022. Ia keluar dari kampung halaman untuk mencari pekerjaan dan sempat berada di sejumlah daerah, termasuk Tanjungpinang, Batam, Jakarta, serta Filipina.
Keluarga kemudian mendapat informasi bahwa Rendi berada di Rusia. Menurut keterangan yang disampaikan kepada media, sebelumnya keluarga mengetahui Rendi bekerja di bidang logistik, namun kemudian muncul informasi bahwa ia akan dipindahkan ke pasukan tempur.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Natuna masih melakukan koordinasi dengan pihak keluarga dan pemerintah pusat untuk memastikan informasi mengenai keberadaan serta kondisi Rendi. Bupati Natuna Cen Sui Lan juga menyatakan perlunya koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri.
Pemerintah Kabupaten Natuna juga menegaskan bahwa informasi mengenai aktivitas Rendi di Rusia masih belum sepenuhnya jelas. Ada keterangan yang menyebut dirinya bekerja di bidang logistik, sehingga proses verifikasi masih diperlukan untuk memastikan kondisi sebenarnya.
Respons Ketua MPR RI tersebut menjadi perhatian dalam konteks perlindungan warga negara Indonesia, khususnya masyarakat di wilayah perbatasan. Muzani menekankan pentingnya menjaga loyalitas terhadap NKRI sekaligus memperkuat kesejahteraan dan kesempatan kerja masyarakat.
Pemerintah diharapkan terus memperkuat perlindungan terhadap WNI yang bekerja di luar negeri serta memastikan masyarakat memiliki akses terhadap pekerjaan yang layak. Dengan demikian s tidak mudah terpengaruh oleh tawaran pekerjaan yang berisiko maupun berkaitan dengan konflik bersenjata di negara lain.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....