Kemarau datang, Karhutla mengintai
- 14 Agt 2026 09:06 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna : Musim kemarau mulai meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Natuna. Mengantisipasi hal tersebut, secara kontinyu pihak terkait melaksanakan berbagai cara menaggulangi pencegahannya. Polres Natuna melalui Babinkamtibmas Kelurahan Bandarsyah, Brigadir Ozzy Agus Syahputra menghimbau kepada warga binaan agar bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
“Kita menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, sampah maupun semak belukar secara sembarangan, terutama pada kondisi cuaca panas dan kering. Apabila akan melakukan kegiatan yang berpotensi menimbulkan api, agar selalu memperhatikan keselamatan dan memastikan api benar-benar padam setelah kegiatan selesai”, Kata Ozzy ketika dihubungi tim Liputan RRI Ranai pada Rabu,12 Agustus 2026.
Sebagai bentuk edukasi sekaligus peringatan kepada masyarakat, petugas juga memasang banner larangan membuka lahan dengan cara dibakar di berbagai kawasan strategis dan lokasi lahan yang mudah tersulut oleh api.

Bhabinkamtibmas Ozzy Agus Syahputramengajak masyarakat agar memilih cara yang lebih aman ketika membersihkan atau membuka lahan. Tak hanya mengancam lingkungan, pembakaran lahan juga dapat berujung pada persoalan hukum. Karena itu, masyarakat diminta tidak mengambil risiko dengan melakukan pembakaran untuk membuka perkebunan maupun membersihkan lahan.
“Apabila membuka lahan atau kebun dengan cara dibakar, ada konsekuensi hukum yang harus dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.
Pemasangan banner merupakan bagian dari langkah preventif untuk menekan potensi karhutla sejak dini. Kesadaran masyarakat dinilai menjadi kunci penting dalam mencegah munculnya titik api selama musim kemarau. Masyarakat juga diajak ikut berperan aktif menjaga lingkungan dengan segera melaporkan apabila menemukan aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi memicu kebakaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....