Kelangkaan Gula Pasir ditingkat pengencer bikin harga merangkak naik

  • 14 Agt 2026 09:02 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Sejak seminggu terakhir, sejumlah pengecer dan toko kelontong di wilayah Ranai Kabupaten Natuna mulai mengeluhkan kelangkaan gula pasir. Stok yang biasanya tersedia 5 sampai 10 karung, kini hanya tersisa 1 atau 2 karung saja dan cepat habis. Kondisi ini berdampak langsung ke harga jual ke konsumen atau masyarakat. Berdasarkan pengakuan Yadi, Pemilik toko kelontong sekaligus pengencer sudah seminggu terakhir tokonya tidak menjual gula pasir.

"Biasanya seminggu 2 kali datang, sekarang kami pengencer sangat sulit mendapatkan pasokan gula tersebut, Kalau adapun harganya sudah naik dari agen ”, Ujar Yadi .

Salah satu toko kelontong di ranai yang merasa sulit mendapatkan supla gula pasir (Poto:RRI Ranai/Saleh)

Berdasarkan pantauan tim liputan RRI Ranai pada Rabu,12 Agustus 2026, akibat kelangkaan tersebut harga gula di tingkat pengecer naik dari Rp17.000/kg menjadi Rp20.000 sampai Rp21.000/kg. Beberapa toko bahkan membatasi pembelian hanya 2kg per orang.

Kelangkaan itu, juga dibenarkan oleh Ketua Asosiasi Pedagang Indonesia (Apindo) Kabupaten Natuna Dedi Yanto. Ia mengatakan terdapat beberapa penyebab langkanya gula pasir di wilayah ranai kabupaten natuna diantaranya keterlambatan atas distribusi dari tanjung pinag dan kalimantan Barat.

Warga yang ingin membeli gula pasir (poto:RRI Ranai/Saleh)

“Atas kelangkaan ini dipicu terhambatnya suplai mengingat kebutuhan sembako di natuna hanya mengharapkan dari dua daerah yaitu Tanjung Pinang dan Pontianak Kalimantan Barat. Walaupun demikian kami akan terus berkoordinasi antar pedagang di kabupaten natuna agar gula, minyak goreng dan bahan sembako lainnya tetap disuplay ke natuna meskipun akan terdampak kepada harga jual di tingkat enceran”, Kata Ketua Apindo Kabupaten Natuna itu.

Menyikapi Kelangkaan beberapa bahan sembako di Ranai, Kasi Analis Perdagangan Disperindagkop Kabupaten Natuna, Ida Lila mengatakan, kelangkaan ini memang terjadi, namun pihaknya belum secara merata melakukan surpey dilapangan.

Seorang pedagang kue lesu setelah tidak menemukan gula pasir di beberapa toko (Poto:RRI Ranai/Saleh)

“Kelangkaan bahan sembako sudah menjadi hukum pasar, Jika harga suatu barang naik, maka jumlah barang yang diminta akan turun. Sebaliknya, jika harga turun, permintaan akan naik. Biasanya Kelangkaan itu disebabkan beberapa faktor diantaranya Cuaca juga menjadi pemicu utamapenyebab dikarenakan kapal kargo telat masuk ke Natuna. Ketresediaan stok nasional terganggu dan lainnya. Kami berharap masayarakat tidak usah panik atas kelangkaan tersebut, kami sebagai Dinas yang terkait akan terus berkoordinasi, agar ketersediaan bahan sembako di kabupaten natuna tetap tersedia”, Ujar Ida Lila.

Dampak ke Masyarakat Ibu rumah tangga paling merasakan dampaknya. Kebutuhan gula untuk kebutuhan dapur harian dan kue jadi lebih mahal. Diharapkan ketersediaanya bahan sembako dikabupaten natuna akan terus tersedia, terlebih Natuna dihadapkan dengan musim utara yang memungkinkan sulitnyasuplai bahan sembako mengingat musim utara merupakan cuaca yang cukup ekstrim.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....