Tradisi Bersih Makam dan Tempt Ibadah Jelang Ramadhan

  • 09 Feb 2026 12:37 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna – Bersih-bersih makam dan tempat ibadah atau Masjid merupakan salah satu kearipan lokal yang sarat akan nilai-nilai berwawasan hingga kesehatan yang masih terjaga hingga kini di tengah masyarakat. Sudah menjadi tradisi warga Natuna dalam menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan. Seperti yang dilakukan masyarakat  Air raya Kelurahan Bandarsyah pada hari Minggu, 8 Februari 2026. Warga bahu membahu mebersihkan Tempat Ibadah dan beberapa titik lokasi Tempat Pemakaman Umum (TPU) di daerah tersebut.

Demikian dikatakan, Saninah, Rukun Tetangga (RT) 010 Air Raya, Diantara tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk menjaga kebersihan lingkungan Masjid dan makam. Sehingga nanti pada bulan Ramadhan masyarakat dapat menjalankan Ibadah dengan aman dan tenang.

Kebersamaan warga Air Raya, diperlihatkan ketika kegiatan bersih kawasan Makam Keramat di wilayah Air Raya Kelurahan Bandarsyah (Foto : Saleh/ RRI Ranai)

“Kegiatan bersih-bersih sendiri memang biasanya dilakukan warga pada bulan Sya'ban dan sudah menjadi tradisi setiap menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan. Harapan kita dengan kegiatan tersebut para warga dapat dengan tenag menjalankan Ibadah dibulan Ramadhan”, Ucap, Saninah.

Terdapat nilai filosofi tersendiri dalam Tradisi Bersih. Bersih merupakan sebuah manifestasi perintah agama yang mengajarkan manusia untuk selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Karena kebersihan merupakan sebagian dari Iman.

Gotong Royong pembersihan Tempat Pemakaman Umum di Air Raya Kelurahan Bandarsyah (Foto: Saleh/RRI Ranai)

“Dengan dibersihkan secara berkala, kesehatan lingkungan makam akan tetap terjaga. Bersih juga bisa menjadi sarana bagi deteksi dini terjadinya pencemaran yang bersumber dari lingkungan makam. Seperti kebocoran, makam amblas yang bisa mengakibatkan pencemaran yang membahayakan kesehatan masyarakat”, Kata RT 010 Air Raya tersebut.

Hebatnya, filosofi tradisi bersih tidak hanya melulu soal kebersihan dan kesehatan lingkungan. Akan tetapi juga mencakup tentang kebersihan hati dan kesehatan jiwa lahir dan batin.

Dengan mendatangi dan mengirim do’a kepada keluarga dan leluhur yang telah meninggal, akan memantik rasa syukur dalam hati atas anugerah yang telah diberikan Tuhan. Tradisi ini juga dapat mengingatkan kita akan jerih payah, perjuangan dan pengorbanan para leluhur sehingga timbul rasa menghargai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....