Perpusda Natuna Siapkan 5 Program Literasi 2026

  • 02 Jan 2026 11:21 WIB
  •  Ranai

KBRN, Natuna: Perpustakaan Daerah Kabupaten Natuna menyambut tahun 2026 dengan semangat baru. Semangat dalam memperkuat budaya literasi di tengah masyarakat.

Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai program berkelanjutan. Program itu menyasar pelajar, anak muda, hingga masyarakat umum di wilayah Bunguran Besar.

Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Natuna, Firman, menyampaikan pada tahun 2026 terdapat lima program unggulan. Tujuan dari program adalah untuk meningkatkan literasi masyarakat.

Ada lima kegiatan yang dilaksanakan terkait program peningkatan literasi di kalangan anak muda.

Pertama, bimbingan teknis tenaga kepustakawanan Perpustakaan Daerah yang diarahkan kepada para pengelola perpustakaan agar mampu menarik minat literasi anak muda dan pelajar. Program ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus Fisik (DAK Fisik) Perpustakaan Nasional.

Kedua, peningkatan kualitas perpustakaan desa melalui penyelenggaraan lomba perpustakaan desa se-Kabupaten Natuna.

Ketiga, pengadaan workshop untuk anak muda seperti pelatihan pembuatan konten dan video vlog. Puncaknya akan dilaksanakan Festival Literasi pada bulan September 2026, yang diisi dengan workshop, pameran koleksi buku, serta temu komunitas literasi yang berpusat di Perpustakaan Daerah. Nantinya akan disediakan stan khusus untuk menarik minat literasi dari komunitas, pelajar, dan masyarakat umum.

Selain itu, Perpustakaan Daerah juga menjalankan program eduwisata dengan memindahkan suasana pembelajaran ke perpustakaan. Program ini menghadirkan narasumber dari berbagai kalangan seperti komunitas literasi, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Kompas Benua, serta unsur lainnya. Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk seminar sehari yang menyerupai workshop literasi.

Firman menambahkan bahwa Perpustakaan Daerah terus memikirkan cara meningkatkan literasi sejak usia dini hingga generasi Z. Upaya tersebut diarahkan pada kegiatan yang lebih produktif, termasuk pemanfaatan media digital secara bijak melalui platform seperti Instagram dan Facebook.

Program kelima yang dijalankan adalah Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS). Program ini bertujuan menjadikan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan berbasis kebutuhan lokal.

Melalui TPBIS, perpustakaan tidak hanya menyediakan bahan bacaan, tetapi juga menghadirkan pelatihan dan pendampingan. Membuka ruang kolaborasi agar literasi berdampak pada peningkatan keterampilan dan kesejahteraan masyarakat.

Seluruh program tersebut merupakan kelanjutan dari tahun sebelumnya dan akan terus dilaksanakan pada tahun 2026. Saat ini, sasaran kegiatan telah menjangkau sebagian besar sekolah dan instansi di seluruh wilayah Bunguran Besar.

google-preference
Audio
Putar Audio

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....