Tausiyah Bahas Makna Idulfitri
- 18 Mar 2026 22:25 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna - Makna Idulfitri menjadi salah satu poin utama dalam tausiyah yang disampaikan pada kegiatan buka puasa bersama di kediaman Wakil Bupati Natuna, Jarmin. Tausiyah tersebut juga disimak serius termasuk Bupati Cen Sui Lan beserta jajaran pemerintah daerah, di Surau Mazra’tul Akhirah, Padang Tengah, Selasa, 17 Maret 2026.
Dalam ceramah tersebut, Ustadz Tirtayasa menjelaskan arti kata “Ied” sebagai kembali, sementara “fitrah” dimaknai sebagai kesucian. Ia menyebut Idulfitri sebagai momentum kembali ke keadaan suci setelah menjalani ibadah Ramadan.
Ustadz Tirtayasa juga menyinggung pentingnya menjaga kesucian diri setelah Ramadan, baik melalui ibadah maupun perilaku sehari-hari. Ia mengingatkan agar semangat ibadah tidak berhenti setelah bulan suci berakhir.
Dalam penyampaiannya, Ustadz Tirtayasa menuturkan bahwa Idulfitri bukan sekadar perayaan, tetapi juga pengingat untuk mempertahankan nilai-nilai kebaikan. “Ied itu kembali dan fitrah itu suci, maka setelah Ramadan kita harus kembali suci, menjaga ibadah dan semangat kebaikan,” ungkapnya.
Selain itu, ia mengajak jamaah untuk terus memperbanyak istighfar sebagai bentuk permohonan ampun kepada Allah SWT. Hal ini dinilai penting agar hati tetap bersih dan terhindar dari dosa.
Ustadz Tirtayasa juga menjelaskan bahwa Idulfitri menjadi momen untuk saling memaafkan dan mempererat hubungan sesama. Tradisi ini mencerminkan nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan diakhiri dengan doa bersama. Diharapkan, kebersamaan ini semakin mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat Natuna.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....