RRI.CO.ID,Natuna - Pemuda merupakan aset penting bagi kemajuan suatu bangsa. Dalam Islam, pemuda dianggap sebagai kekuatan utama yang memiliki semangat dan potensi besar untuk memperjuangkan kebenaran, keadilan, serta membangun peradaban yang bermartabat. Lalu bagaimana peran pemuda dalam islam? Berikut penjelasan dari Mubaligh Norbik, S.Pd.I pada acara Mutiara Ramadhan di Po 1 RRI Ranai, Rabu 11 Maret 2026.
Kehidupan manusia memiliki tiga fase. Fase yang pertama yaitu fase anak-anak, ang mana di fase ini kondisi manusia itu sangat lemah dan tidak tahu apapun. Kemudian fase yang kedua yaitu fase muda, yang mana di fase ini manusia memiliki kekuatan dan semangat yang luar biasa. Sedangkan fase yang ketiga adalah fase tua, yang mana fase ini kondisi manusia sudah mulai lemah karena usianya.
Allah Swt telah menerangkan tiga fase ini dalam Firmannya: “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu apapun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan dan hati nurani, agar kamu bersyukur.” (QS. An-Nahl: 78)
Ayat diatas menjelaskan bahwa kehidupan manusia itu diawali dengan kondisi lemah, yaitu masa anak-anak dan diakhiri dengan kondisi lemah pula yaitu masa tua. Tapi ada dimana kondisi manusia itu berada pada puncak kekuatan akal, puncak kekuatan jiwa dan puncak kekuatan raga yaitu saat masa muda. Makanya sebagai pemuda yang beragama islam, kita harus memiliki semangat juang yang tinggi, serta rasa tanggung jawab atas kemajuan agama kita. Karena kita merupakan calon pemimpin bangsa dan agama. Tapi untuk mencapai itu semua pemuda itu mempunyai tantangan yang besar, dan perjuangan yang Panjang. Maka pemuda harus harus miliki keimanan yang kuat dan mendapat dukungan dari para orang tua untuk mencapai semua itu.
Ir. Soekarna perna berkata” berikan aku sepuluh pemuda, akan aku gocangkan dunia”Begitulah penting pemuda untuk kemajuan bangsa dan agama. Kenapa anak muda? Bukan orang tua? Karena orang tua tidak banyak lagi yang dapat dikerjakan. Karena fisik mereka tidak sama seperti dengan pisik anak muda, mata mereka sudah mulai kabur, kulit sudah mulai kendur, gigi sudah banyak yang gugur, ketika mereka duduk lama pinggang sudah mulai sakit, ketika mereka berdiri lama mereka sudah sulit. Maka islam sangat membutuhkan para pemuda untuk kemajuan islam itu sendiri. kita liat sepanjang Sejarah perjuangan islam Dimana anak-anak muda yang jadi tontonan dan memiliki peran penting dalam menaklukkan musuh-musuh islam.
Sejarah sebelum Rosullullah SAW wafat, rosullullah sudah menyediakan pasukannya, sudah menyediakan tentaranya, untuk menghadapi musuh-musuh islam. Siapa pimpinan tentarannya? Bukan abu bakar siddiq, bukan umar bin khattab, bukan Usman bin Affan, bukan Ali bin Abithalib, tapi ia adalah usmah ibnu Zaid seorang pemuda yang masih berusia 18 tahun. Apa tujuannya, menanamkan jiwa yang jihat, menanamkan jiwa yang bertanggung jawab, jiwa yang mau belajar dari orang-orang tua.
Untuk itu bagi orang tua apabila ada pemuda yang mempunyai kemampuan, dan ingin mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya yang tentunya untuk kebangkitan agama islam. Kita harus support mereka, beri dukungan kepada mereka jangan kita halangi, jangan kita patahkan semangat mereka dengan perkataan” anak muda tau apa, anak muda bisa berbuat apa, kami ini senior, kami ini berpengalaman, kami ini hebat” padahal anak mudalah yang nanti akan mengantikan posisi orang tua saat mereka sudah renta dan ketika mereka sudah tiada.
Kemudian pemuda yang taat lebih mulia disisi Allah daripada orang tua yang taat, kenapa? padahal sama-sama taat kepada Allah Swt. kenapa yang muda lebih mulia? Karena pemuda itu masih banyak menghadapi tantangan hidup. tantangan hawa nafsu, tantangan syahwat, di tambah lagi pengaruh tontonan yang sengaja dibuat oleh musuh-musuh islam untuk menghancurkan akidah generasi muda islam seperti youtube, istagram, tiktok dan masih banyak lagi yang lainnya. Kalau Pemuda kita tidak kuat keimanannya maka tontonan itu bisa merusak dirinya dan agamanya.
Oleh karena itu islam pun menghargai pemuda Rosullullah SAW bersabda: Ada tujuh golongan yang ada dibawah naungan Allah SWt. salah satunya Wasaabun nasya’afi to’atillah “seorang pemuda yang istikomah dalam ketaatan kepada Allah”. Apapun yang terjadi ia tetap berada dijalan Allah SWT. ia tak mau menukar keimanannya dengan apapun walaupun harus mempertaruhkan nyawanya.
Seperti yang diceritakan dalam Al-qur’an surah al-kahfi ayat 9-26 menceritakan tentang 7 pemuda yang berani melawan Rajanya, karena mempertahan keimanannya kepada Allah. Mereka tak mau mengikuti perintah raja, yang memerintahkan mereka untuk menyembah berhala dan berpaling dari Allah SWT. bahkan mereka rela meninggalkan tempat tinggal yang dicintai, mereka rela meninggal apa yang mereka punya, kemudian bersembunyi di dalam gua demi mempertahankan akidah mereka.
Pemuda-pemuda seperti inilah yang seharusnya menjadi teladan pemuda-pemuda kita sekarang ini. Bukan sibuk terlena dengan gaya hidup hedonisme atau mencari kesenangan hidup sesaat yang pada akhirnya merugikan diri mereka sendiri. Pergunakan waktu muda dengan sebaik-baiknya supaya berguna bagi bangsa dan agama sebelum masa tua menghampiri kita. Sebagaimana rosullullah Saw bersada: jagalah 5 perkara sebelum datang 5 perkara, salah satunya adalah : “ jaga masa mudamu sebelum masa tuamu datang”
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....