Tanggung Jawab Anak terhadap Orang Tua

  • 10 Mar 2026 07:21 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID,Natuna - Di antara kewajiban terbesar seorang anak dalam Islam adalah berbakti dengan penuh rasa tanggung jawab kepada kedua orang tuanya. Bahkan di dalam banyak ayat Al-Qur’an, Allah menggandengkan perintah berbakti kepada orang tua setelah perintah mentauhidkan-Nya.

Berkaitan dengan tanggung jawab anak terhadap orang tua ini berikut penjelasan dari Mubaligh Utd H. Ngatourrohman, pada acara Mutiara Ramadhan di Po 1 RRI Ranai Jumat, 27 Maret 2026.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Surah Al-Isra ayat 23:

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapak…”

(Al-Qur'an, Surah Al-Isra: 23)

Ayat ini menunjukkan bahwa berbakti kepada orang tua bukan sekadar anjuran, melainkan perintah langsung dari Allah. SWT. Diantara wujud berbakti seorang anak kepada orang tuanya itu tercermin dalam beberapa sikap:

1. Menghormati Orang Tua daengan Bersikap Lembut dan santun

Dalam lanjutan ayat tersebut Allah berfirman:

“…Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah engkau membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”

Betapa Islam sangat mengajarkan agar anak menjaga adab kepada orang tua. Bahkan mengatakan “ah” saja tidak diperbolehkan, apalagi membentak atau menyakiti hati mereka. Kerenanya kita diperintahkan untuk bersikap santun kepada mereka misalya dengan cara:

  • Tidak membalas perkataan mereka dengan nada tinggi
  • Mendengarkan nasihat mereka
  • Tidak mempermalukan mereka di depan orang lain
  • Menjaga perasaan mereka

2. Bersyukur dan berterimakasih atas segala Jasa Orang Tua

Allah berfirman dalam Surah Luqman ayat 14:

“Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada-Kulah kembalimu.”

(Al-Qur'an, Surah Luqman: 14)

Ibu mengandung dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, ayah bekerja keras mencari nafkah. Tidak ada pengorbanan yang lebih tulus selain pengorbanan orang tua. Sehingga tiadak akan pernah ada membalas jasa orang tua yang sebanding dengan pengorbanannya. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidak akan dapat seorang anak membalas (jasa) orang tuanya kecuali jika ia mendapatkannya sebagai budak lalu ia membelinya dan memerdekakannya.”

(HR. Muslim). Ini menunjukkan betapa besar jasa orang tua atas anaknya.

3. Selalu mentaati perintahnya selama tidak dalam kemaksiatan kepada Allah SWT

Tanggung jawab anak adalah taat kepada orang tua selama tidak diperintahkan kepada kemaksiatan. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Khaliq.”

(HR. Ahmad)

Artinya, jika orang tua memerintahkan sesuatu yang bertentangan dengan syariat, maka tidak boleh ditaati dalam hal tersebut. Namun tetap harus dengan cara yang santun dan penuh hormat.

4. Selalu mendoakan Orang Tua

Salah satu bentuk tanggung jawab terbesar seorang ana katas orang tua adalah mendoakan mereka, baik ketika masih hidup maupun setelah wafat.

Allah mengajarkan doa dalam Surah Al-Isra ayat 24:

“Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka telah mendidikku waktu kecil.”

(Al-Qur'an, Surah Al-Isra: 24)

Doa ini seharusnya menjadi doa harian kita. Karena doa anak yang shalih menjadi salah satu amal yang terus mengalir untuk mereka baik ketika mereka masih hidup ataupun Ketika mereka telah meninggal dunia

Rasulullah ﷺ bersabda: “Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya.”

(HR. Muslim)

5. Merawat Orang Tua di Masa Tua

Ketika orang tua sudah lanjut usia, justru di situlah ujian bakti seorang anak, dan di situlah jalan keberuntungan. Rasulullah ﷺ bersabda:

Artinya, “Ridha Allah berada pada ridha kedua orang tua. Sedangkan murka-Nya berada pada murka keduanya,’” (HR At-Tirmidzi, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim).

“Celaka, celaka, celaka.” Para sahabat bertanya, “Siapa wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Orang yang mendapati kedua orang tuanya atau salah satunya dalam keadaan tua, tetapi ia tidak masuk surga (karena tidak berbakti kepada keduanya).”

(HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa berbakti kepada orang tua adalah jalan menuju kesuksesan dan menuju surga. Lalu sudahkah kita berbicara lembut kepada orang tua? Sudahkah kita meluangkan waktu untuk mereka? Dan sudahkah kita meminta maaf atas kesalahan kita.

Jangan sampai kita baru menyadari pentingnya orang tua setelah mereka tiada, Jangan menunggu kehilangan untuk belajar menghargai. Semoga Allah menjadikan kita anak-anak yang shalih dan shalihah, yang berbakti kepada kedua orang tua, dan mendapatkan ridha Allah melalui ridha mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....